Ditengah Kemorosotan Ekonomi, Akankah Digital Teknologi Jepang Dilibas China?

Jepang saat ini sedang dihantam habis-habisan oleh adanya pandemi corona yang membuat banyak sektor terhambat.

Saat ini, China menjadi satu-satunya ancaman Jepang untuk menyaingi indutri teknologi karena pertumbuhan ekonomi China di tahun 2020 telah memasuki fase positif meski masih dilanda pandemi.

Para pengamat luar negeri mengatakan bahwa hal ini kemungkinan menjadi kebangkitan China di bidang digital dan menumbuhkan peluang komersil bagi perusahaan Jepang agar bisa memperkuat hubungan bisnis dengan China.

Namun, meski bagaimana pun jug , upaya pemerintah Jepang agar menumbuhkan kompetensi digital teknologi dapat kalah bersaing dengan berbagai platform teknologi China yang berpengaruh di dunia.

PM Yoshihide Suga, perdana menteri yang terpilih menggantikan Shinzo Abe pada September tahun lalu, telah berkomitmen untuk membawa Jepang ke digitalisasi adalah prioritas. Namun apa daya, ketika ia menjabat menjadi perdana menteri, konsentrasinya harus buyar karena harus mengatasi penyebaran virus corona.

Para pengamat ekonomi global mengatakan bahwa tahun 2021 bisa menjadi momentum bagi China untuk kembali bangkit seusai dihantam pandemi corona karena pemerintahannya terus menggelontorkan dana untuk pengembangan industri teknologi digital.

Selain itu, China juga akan terus mendorong kemampuan ekspornya sebagai mesin utama pendorong ekonomi di negeri Tirai Bambu tersebut.

Sebaliknya, Jepang yang masih berjuang untuk membendung penyebaran virus, setidaknya membutuhkan waktu agar bisa kembali memulihkan ekonomi secara keseleruhan.

Jepang perlu bergerak cepat agar kembali bisa kembali menjadi raja teknologi di Asia. Jika tidak posisi dominasi teknologi akan secara cepat dilibas oleh perkembangan teknologi China.

Source : KN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here