Dorong Pegawai Punya Anak, Pemerintah Jepang Berikan Program Cuti untuk Dapatkan Perawatan Kesuburan

Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang memang terus mencatat penurunan angka kelahiran yang menjadi masalah cukup serius bagi pemerintah.

Demi mendorong agar masyarakat ingin memiliki anak, pemerintah Jepang memulai dari pegawai negeri dengan memberikan cuti berbayar untuk menerima perawatan kesuburan.

Cuti tersebut bisa diambil oleh pegawai hingga 10 hari dalam 1 tahun dengan waktu yang fleksibel.

Pemerintah Jepang menargetkan agar kebijakan ini mulai efektif berlaku pada Januari tahun 2022 mendatang.

Dengan program ini, pemerintah Jepang berharap agar nantinya bisa diikuti perusahaan swasta demi sama-sama mendukung agar minat memiliki anak pada pekerja meningkat.

Dilansir dari kyodonews, survey yang dilakukan pada Januari hingga Februari yang melibatkan 47.000 responden menunjukan bahwa hanya 1,8% Pegawai Negeri yang menjalani perawatan kesuburan sementara 10,1% mengatakan mereka memiliki pengalaman dengan perawatan kesuburan dan 3,7% mereka akan mempertimbangkannya.

Dari mereka yang menjalani perawatan kesuburan, 62,5% diantaranya mengatakan sangat sulit menyesuaikan dengan jam kantor sedangkan 11,3% mengatakan hal tersebut tidak akan mungkin dengan alasan bervariatif seperti biaya yang harus ditanggung ke dokter atau pun penyesuaian dengan jam kerja kantor.

Meningkatkan akses para pekerja ke perawatan kesuburan telah menjadi fokus utama PM Yoshihide Suga. Jadi pemerintah ingin agar perawatan kesuburan dimasukan dalam tanggungan asuransi kesehatan publik mulai April mendatang sehingga pegawai tidak perlu lagi menanggung biaya perawatan kesuburan.

Dengan program ini diharapkan masyarakat yang dimulai dari para pekerja untuk mendorong agar memiliki anak.

Source : KN