Dukung Relaksasi Kerja, Pemerintah Jepang Canangkan Pemberlakuan Waktu Kerja 4 Hari dalam Seminggu

Meskipun Jepang yang terkenal dengan budaya produktif dalam bekerja, tak sedikit juga para karyawan perusahaan yang merasa tertekan akibat terlalu banyaknya tuntutan pekerjaan.

Tercetus pada Microsoft Japan yang mencoba memberlakukan waktu kerja 4 hari dalam seminggu, dalam laporan perusahaan mengklaim bahwa perusahaan mengalami adanya peningkatan produktivitas kerja sebanyak 40% dari sebelumnya.

Saat konferensi pers 5 April lalu, juru bicara dan kepala Sekertaris Kabinet Jepang Katsunobu Kato mengatakan bahwa ia ingin mengetahui apakah penerapan waktu kerja 4 hari dalam seminggu akan lebih efektif.

Jika hal ini diberlakukan maka memungkinkan para karyawan mendapat libur 3 hari dalam seminggu.

Saat konferensi pers, Kato menjelaskan bahwa perlu adanya keseimbangan kehidupan para pekerja. Setiap pekerja yang diharuskan bekerja lama di kantor membuat masalah seperti kurangnya pengasuhan pada anak mereka atau pun para pekerja yang terkena penyakit kelelahan dan lain sebagainya.

Selain itu, Kato menambahkan dengan adanya libur 3 hari dalam seminggu diberlakukan pada saat pandemi juga akan membantu industri pariwisata.

Meski begitu, hal ini juga mendapat sanggahan dari banyak pihak karena dengan dipotongnya hari kerja juga memungkinkan akan adanya pemotongan gaji dan hal ini juga diperlukan adanya perubahan undang-undang ketenagakerjaan.

Source : SN24, mainichi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here