Festival Obon, Tradisi Perayaan Menghormati Arwah ala Orang Jepang

Tokyo, Japan - July 29, 2016 : Bon Odori Dancers at the Sugamo Bon Odori Festival in Toshima Ward, Tokyo, Japan. Bon dance, is a style of dancing performed during Obon.

Memang tak heran jika di Jepang ada banyak festival yang digelar setiap tahun dengan berbagai macam adat dan kebudayaan masyarakat.

Salah satunya adalah festival Obon yang merupakan salah satu festival di Jepang yang digelar setiap tahun. Ya festival tersebut jatuh mulai dari hari ini 13 Agustus hingga 15 Agustus lusa.

Di Jepang sendiri, festival disebut dengan Matsuri, jadi festival ini disebut dengan Obon Matsuri.

Festival ini merupakan sebuah tradisi bagi masyarakat Jepang yang tinggal dan hidup di bumi dimana menghormati bagi para leluhur dan arwah yang kini telah berada di dunia yang lain.

Bagi orang Jepang, ada kepercayaan masyarakat dimana orang yang telah meninggal pasti akan mengunjungi keluarganya yang masih hidup paling tidak 1 tahun sekali dengan wujud yang berbeda.

Hal inilah sebagai perayaan menyambut arwah yang dipercaya datang kembali ke dunia dengan wujud yang berbeda.

Menurut berbagai informasi yang beredar, tradisi Obon ini sudah ada sejak abad ke 12 seiring bertumbuhnya pengikut agama Buddha di Jepang.

Jika berbicara lebih dalam, sebenarnya tradisi Obon merupakan kepercayaan dalam kitab suci agama Buddha.

Dalam kitab tersebut terdapat sebuah cerita dimana ada seorang murid menemukan ibunya yang telah menjadi arwah dan sangat menderita kehausan dan kelaparan. Murid tersebut yang mendengar instruksi dari sang Buddha untuk menyiapkan makanan dan minuman bagi arwah.

Akhirnya tradisi tersebut terus menurun hingga sekarang.

Hari Obon juga biasa menjadi hari libur dimana tanggal tersebut banyak orang akan kembali ke rumah kelahiran mereka.