Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menjelang pemilu nasional Jepang yang akan digelar pada Minggu. Trump juga mengumumkan bahwa ia akan menyambut Takaichi di Gedung Putih pada 19 Maret mendatang.
Langkah ini tergolong sangat tidak lazim, mengingat jarang sekali seorang pemimpin negara secara terang-terangan mendukung tokoh politik tertentu dalam pemilu negara lain.
Dalam unggahan di media sosialnya, Trump menyebut pemilu Jepang sebagai “sangat penting” dan memuji Takaichi sebagai pemimpin yang telah membuktikan diri sebagai sosok yang “kuat, berwibawa, dan bijaksana.”
“Perdana Menteri Takaichi adalah pemimpin yang layak mendapatkan pengakuan besar atas kerja kerasnya bersama koalisi pemerintah. Sebagai Presiden Amerika Serikat, merupakan kehormatan bagi saya untuk memberikan dukungan penuh dan total kepadanya,” tulis Trump.
Pengumuman tersebut sekaligus menjadi konfirmasi resmi pertama mengenai tanggal pertemuan tatap muka antara Trump dan Takaichi. Kunjungan ini akan menjadi kunjungan pertama Takaichi ke Amerika Serikat sejak menjabat sebagai perdana menteri pada Oktober lalu.
Pada akhir Desember, Takaichi sempat menyatakan sedang mempertimbangkan kunjungan ke AS untuk bertemu Trump. Keduanya kemudian memastikan rencana pertemuan tersebut saat melakukan pembicaraan via telepon pada 2 Januari.
Menariknya, kunjungan Takaichi ke Washington akan bertepatan dengan Festival Bunga Sakura Nasional AS, yang tahun ini dimulai pada 20 Maret. Festival tersebut memperingati pemberian pohon sakura dari Tokyo ke Washington pada 1912 sebagai simbol persahabatan kedua negara.
Saat Takaichi menjamu Trump di Jepang pada Oktober lalu dalam rangka tur Asia, kedua pemimpin sepakat merayakan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat pada 2026, termasuk rencana Jepang menghadiahkan 250 pohon sakura ke AS.
Trump juga menyoroti kemajuan kerja sama Jepang-AS di bidang pertahanan dan ekonomi, termasuk kesepakatan perdagangan yang ia sebut “sangat substansial.”
Takaichi, perdana menteri perempuan pertama Jepang, berulang kali menyatakan komitmennya untuk membangun “era emas baru” aliansi Jepang-AS serta mendorong kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
Kunjungan ke Washington ini akan berlangsung sebelum rencana Trump melakukan kunjungan ke China pada April mendatang. Hubungan Tokyo-Beijing belakangan memanas, terutama terkait pernyataan Takaichi soal potensi krisis di Selat Taiwan.
Sc : mainichi







