Asosiasi Makanan Beku Jepang melakukan survei daring pada Februari 2025 terhadap 1.250 pria dan wanita berusia 25 tahun ke atas yang menggunakan makanan beku setidaknya sekali sebulan.
Hasilnya menunjukkan bahwa frekuensi paling umum dalam menggunakan makanan beku adalah “dua hingga tiga kali seminggu,” mencakup 29,6% dari total responden. Secara keseluruhan, rata-rata penggunaan makanan beku adalah 1,8 kali per minggu. Frekuensi ini lebih tinggi di kalangan pria dan wanita yang sering menyiapkan bento (bekal makan siang).
Dibandingkan tahun sebelumnya, 23,8% wanita dan 19,5% pria menyatakan bahwa penggunaan makanan beku mereka meningkat, dengan total keseluruhan mencapai 21,7%. Ketika ditanya alasan peningkatan tersebut (jawaban berganda diperbolehkan), jawaban paling umum untuk pria maupun wanita adalah “mudah dan praktis untuk dimasak.”
Menariknya, alasan “kenaikan harga sayuran dan bahan makanan segar lainnya” semakin sering disebutkan, terutama oleh wanita. Pada Februari 2024, hanya 24,1% wanita yang menyebutkan alasan tersebut, namun kini angkanya melonjak hampir 10 poin menjadi 33,6%.
Saat ditanya jenis makanan beku apa yang lebih sering mereka gunakan dibandingkan tahun lalu (dengan kemungkinan jawaban lebih dari satu), gyōza menempati peringkat pertama baik di kalangan pria maupun wanita. Untuk wanita, sayuran beku menjadi pilihan kedua, sementara pria lebih banyak meningkatkan konsumsi udon, soba, dan ramen beku.
Sc : nippon







