Ingin Ngungsi ke Jepang? Sulit! RUU Parlemen Jepang Kini Perketat Aturan WN Asing yang Ingin Mengungsi

illustration pict by : Japantimes

Sebagai negara yang populasi yang padat, orang asing dengan status pengungsi diperkirakan akan sulit mengantongi izin berlindung di negara Jepang.

Jepang sendiri pernah dikritik oleh dewan komisaris PBB bagi para pengungsi yang diberikan izin tinggal hanya disetujui sebanyak 1% saja.

Sepanjang tahun 2020 saja, pemerintah Jepang hanya menyetujui izin orang asing dengan status pengungsi sebanyak 47 orang dari 3936 orang yang mengajukan izin.

Sejak Jumat lalu, parlemen Jepang membahas RUU yang bertujuan untuk mengubah undang-undang imigrasi, dimana orang asing dapat dideportasi usai mereka mengajukan status mengungsi ke pemerintah sebanyak 3 kali.

Bahkan, aturan tersebut juga mencakup bagi WN asing yang menolak dideportasi akan dipenjara hingga 1 tahun.

Data pemerintah tahun 2020, ada sebanyak 82.000 orang asing yang tinggal secara ilegal di Jepang dan sekitar 10.000 orang asing dipulangkan ke negara atau repatriasi ke negara asalnya usai menerima perintah deportasi. Namun ada sekitar lebih dari 3.000 penambahan orang asing ilegal tinggal di negara tersebut setiap tahun.

Moradi, salah satu WN Iran yang kini tinggal di Jepang dengan status mengungsi, kini telah diberikan izin usai memenangkan kasus di Pengadilan Tinggi di Tokyo yang diperjuangkan selama hampir 13 tahun.

Pria 56 tahun tersebut pindah agama dari Islam ke Kristen dan dianggap murtad. Menurutnya jika ia kembali ke negaranya, ia akan menghadapi eksekusi mati. Kini ia tinggal bersama istrinya  di Saitama Jepang dan bekerja di sebuah perusahaan daur ulang.

Shogo Watanabe, seorang pengacara yang membantu WN Myanmar mengajukan mengungsi, mencatat tidak satu pun dari 2000 orang WN Myanmar yang disetujui pemerintah.

Sekelompok ahli PBB juga telah meminta pemerintah Jepang untuk meninjau revisi aturan tersebut. Jepang juga dianggap gagal memenuhi standar internasional dari sudut pandang hak asasi manusia.

Source :JT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here