Japan Airlines Co. (JAL) mengumumkan pada Jumat bahwa pendapatannya meningkat 11,6 persen dari tahun sebelumnya menjadi 1,84 triliun yen (sekitar 12,7 miliar dolar AS) pada tahun fiskal yang berakhir Maret lalu. Ini merupakan rekor tertinggi sejak perusahaan tersebut kembali tercatat di bursa pada 2012, didorong oleh tingginya permintaan perjalanan domestik maupun internasional.
Meski mencatat hasil positif, JAL menyatakan tetap waspada terhadap potensi dampak dari kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump terhadap permintaan perjalanan dan kargo. Perusahaan menekankan bahwa hasil keuangan terbaru belum mencerminkan pengaruh dari kebijakan Trump yang disebut sebagai “sangat tidak pasti dan fluktuatif.”
CEO JAL, Mitsuko Tottori, dalam konferensi pers menyatakan bahwa hasil ini memberinya “kepercayaan diri” untuk melanjutkan pertumbuhan perusahaan, terutama karena pelanggan tetap mendukung JAL meskipun sebelumnya perusahaan menerima perintah perbaikan dari Kementerian Transportasi akibat insiden pilot yang mengonsumsi alkohol.
Tottori juga berharap penyelenggaraan World Expo di Osaka selama enam bulan sejak pertengahan April dapat mendorong peningkatan wisatawan mancanegara, tidak hanya ke Osaka tetapi juga ke berbagai wilayah lain di Jepang melalui layanan penerbangan domestik.
Laba bersih JAL untuk tahun fiskal 2024 naik 12,0 persen menjadi 107,04 miliar yen. Jumlah penumpang domestik meningkat 2,9 persen menjadi 36,13 juta, sedangkan penumpang internasional melonjak 14,4 persen menjadi 7,58 juta.
Peningkatan ini terjadi terutama pada musim gugur dan musim dingin, setelah sebelumnya sebagian masyarakat cenderung menghindari bepergian saat musim panas yang panas, menurut JAL.
Untuk tahun fiskal yang dimulai April ini, perusahaan memperkirakan laba bersih akan naik 7,4 persen menjadi 115 miliar yen dengan penjualan yang diproyeksikan mencapai 1,98 triliun yen, atau naik 7,2 persen dibanding tahun sebelumnya
Sc : mainichi.







