Pemerintah Tokyo mengumumkan pada Senin bahwa dua panda kembar di Kebun Binatang Ueno, Tokyo, akan dipulangkan ke China pada 27 Januari. Kepulangan Xiao Xiao dan saudara perempuannya, Lei Lei, menandai pertama kalinya dalam sekitar setengah abad Jepang tidak lagi memiliki panda, yang selama ini dipandang sebagai simbol persahabatan Jepang–China.
Kedua panda tersebut akan diberangkatkan dari Kebun Binatang Ueno menuju Bandara Narita sebelum diterbangkan ke China, dan dijadwalkan tiba pada 28 Januari di fasilitas yang juga menampung kakak mereka, Xiang Xiang. Sejak panda raksasa pertama dikirim dari China ke Jepang pada 1972 untuk memperingati normalisasi hubungan diplomatik kedua negara, hewan ikonik ini telah merebut hati masyarakat Jepang dan memberikan dampak ekonomi sebagai daya tarik wisata.
Antusiasme publik terlihat dari pendaftaran daring untuk melihat Xiao Xiao dan Lei Lei yang sudah ditutup, dengan jumlah peminat pada hari terakhir mencapai 24,6 kali lipat dari kuota yang tersedia. Panda kembar tersebut lahir pada 2021 dari induk Shin Shin dan Ri Ri, yang dipinjamkan ke Jepang untuk penelitian pembiakan, sementara kepemilikan anak panda tetap berada di pihak China.
Sejak Juni lalu, keduanya menjadi panda terakhir di Jepang setelah empat panda lain di Adventure World, Prefektur Wakayama, lebih dulu dipulangkan ke China. Peluang Jepang untuk kembali meminjam panda masih belum jelas di tengah memburuknya hubungan Jepang–China, terutama setelah pernyataan Perdana Menteri Sanae Takaichi terkait Taiwan.
Sc : JT







