Jelang Pemilihan Parlemen, Elektabilitas PM Fumio Kishida Turun Dinilai Gagal Stabilkan Harga

Tak akan lama lagi yakni pada 10 Juli mendatang Jepang akan segera menggelar pemilihan parlemen.

Dilansir dari Kyodonews,  sebanyak 64,1% warga Jepang tak senang dengan pemerintahan PM Fumio Kishida karena kanaikan harga bahan pokok sementara 28,1% menyatakan puas.

Sebanyak 77,3% kenaikan harga makanan dan kebutuhan di Jepang telah mempengaruhi kehidupan masyarakat di sana.

Melonjaknya harga minyak impor dari Rusia ditengah penurunan nilai yen terhadap dolar AS membuat harga kebutuhan semakin melonjak hingga tingkat inflasi melambung di atas 2%.

Pada data jajak pendapat, persentase elektabilitas PM Fumio Kishida turun dari semula 61,5% kini menjadi 56,9%.

Masalah demi masalah kini menghantui Jepang yang kini mencoba bangkit dari keterpurukan ekonomi setelah dihambat oleh pandemi corona selama 2 tahun. Saat ini sektor pariwisata telah kembali dibuka demi kembali meningkatkan ekonomi.

Imbas daripada pasokan minyak yang terhambat karena perseturuan dengan Rusia mengingat negara beruang merah tersebut adalah salah satu pemasok  minyak terbesar Jepang membuat banyak perusahaan terhambat untuk produksi hingga distribusi dan ini memicu harga terus melonjak.

Source : KN, JT