Tim penyelamat di Jepang akhirnya menemukan jasad seorang sopir truk yang tertelan lubang raksasa (sinkhole) di Prefektur Saitama tiga bulan lalu, menurut keterangan resmi pada Jumat (26/4).
Insiden terjadi pada jam sibuk pagi hari tanggal 28 Januari di Kota Yashio, ketika jalan yang dilalui pria berusia 74 tahun itu tiba-tiba ambles dan menelan truknya. Lubang yang awalnya sedalam 16 meter itu terbentuk akibat pipa saluran air limbah yang mengalami korosi.
Upaya pencarian sempat terhambat karena kondisi tanah yang tidak stabil dan risiko amblesan yang semakin parah, sehingga menyulitkan tim penyelamat untuk mendekati lokasi di mana sang sopir diduga terkubur.
Seiring waktu, lubang tersebut melebar hingga mencapai diameter 40 meter — hampir sepanjang kolam renang Olimpiade. Tim penyelamat kemudian berhasil mengirim alat berat ke dalam lubang setelah membangun kemiringan landai dan meminta 1,2 juta warga setempat untuk membatasi penggunaan air, seperti mandi dan mencuci, guna mencegah kebocoran limbah yang dapat menghambat operasi.
Pemerintah daerah membangun dinding pelindung demi memastikan keselamatan para pekerja.
“Kami menemukan seorang pria di dalam kabin truk dan mengonfirmasi bahwa ia telah meninggal dunia, lalu menyerahkan kasus ini kepada kepolisian,” kata juru bicara pemadam kebakaran setempat kepada AFP.
Pihak kepolisian menyatakan sedang melakukan penyelidikan, termasuk konfirmasi resmi terhadap identitas jasad.
Pihak keluarga sopir mengungkapkan kesedihan mendalam. “Sampai akhir hayatnya, ayah saya yang berhati kuat pasti berharap bisa pulang dengan selamat — berjuang melawan rasa takut dan sakit — dan itu membuat hati saya terasa sesak,” tulis anggota keluarga dalam pernyataan kepada media Jepang.
“Saya masih tidak bisa percaya atau menerima bahwa ayah saya, yang dicintai semua orang, tiba-tiba menghilang,” lanjut pernyataan tersebut.
Kasus sinkhole di Jepang menunjukkan tren meningkat, dengan lebih dari 10.000 kejadian tercatat pada tahun fiskal 2022, menurut data Kementerian Pertanahan. Sebagian besar terjadi di area perkotaan dan berkaitan dengan saluran air limbah.
Sebelumnya, pada tahun 2016, sebuah sinkhole raksasa juga muncul di jalan utama Kota Fukuoka akibat pembangunan jalur kereta bawah tanah. Meski berukuran sekitar 30 meter lebar dan 15 meter dalam, tidak ada korban jiwa dan jalan tersebut dibuka kembali hanya seminggu setelah kejadian.
Sc : JT







