Jepang Catat Hampir 800.000 Orang Kehilangan Pekerjaan Akibat Pandemi

Kementerian Tenaga Kerja Jepang baru saja  merilis sebuah data hingga akhir tahun ini tercatat bahwa pengangguran atau pekerja yang mendapat pemutusan hubungan kerja ditengah pandemi mencapai angka 79.522 orang.

Sebanyak 38.009 diantaranya merupakan pegawai kontrak.

Data menunjukan angka paling tinggi pekerja yang mendapat PHK adalah pekerja di bidang manufaktur dengan total sebanyak 16.717 sisanya beragam mulai dari sektor pangan dan industri ritel.

Salah seorang pejabat senior di Kementerian Tenaga Kerja mengatakan bahwa krisis yang kuat akibat adanya pandemi saat ini menyebabkan dampak yang tertunda bagi situasi ketanagakerjaan di Jepang.

Selain karena banyaknya perusahaan yang tidak bisa beroperasi dan mengharuskan memPHK karyawan demi menutup operasional perusahaan yang tidak berjalan normal, pembukaan lapangan kerja selama pandemi juga tidak seluas tahun-tahun sebelumnya karena perusahaan khawatir tidak bisa menutup biaya gaji karyawan baru.

Hal ini terbukti ketika perusahaan besar yang biasanya akan merekrut pegawai baru di bursa tenaga kerja seperti Job Fair yang telah memberlakukan pembatasan kuota yang lebih sedikit ketimbang tahun sebelumnya.

Selain itu, masih banyak juga yang beranggapan bahwa dampak pandemi terhadap ketenagakerjaan di Jepang diyakini lebih parah karena data Kementerian Tenaga Kerja hanya mencakup kasus yang ditemukan melalui biro tenaga kerja dan kantor kemanan publik.

Source : JT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here