Jepang Catat Kasus Pelecehan Seksual Tertinggi yang Dilakukan oleh Guru Sepanjang Tahun Fiskal 2019

Sebanyak 273 guru sepanjang tahun fiskal 2019 di Jepang mendapat hukuman atas kasus tindakan pencabulan. Menurut Kementerian Pendidikan angka ini merupakan angka tertinggi kedua dalam sejarah Jepang.

Kementerian Pendidikan Jepang mengatakan bahwa hal ini menjadi masalah yang cukup serius dan meminta agar seluruh dewan pendidikan dan penyelenggara pendidikan memperkatat langkah pencegahan pelecehan seksual seperti pelarangan interaksi pribadi antara guru dan siswa dan lain sebagainya.

Bahkan Kementerian Pendidikan Jepang juga telah meminta kepada seluruh jajaran untuk langsung menindak dan memberhentikan staf pengajar yang ditemukan melakukan pelanggaran seksual. Bahkan guru tersebut juga bisa dihukum dengan dicabutnya izin mengajar.

Menurut data kementerian, sebanyak 153 guru telah diberhentikan karena melakukan pelecehan seksual dan 50 guru ditangguhkan serta mendapat pemotongan gaji dan sisanya menerima peringatan.

Data juga menunjukan sebanayak 97,5% guru pelaku pelecehan seksual merupakan seorang guru berjenis kelamin laki-laki.

Sebanyak 186 kasus menunjukan bahwa pelecehan seksual yang dilakukan oleh guru dilakukan saat diluar jam kerja. Sebanyak 16 kasus dilakukan saat kelas sedang istirahat.

Kementerian menginstruksikan bahwa kasus ini tidak dapat ditoleransi karena akan berbahaya jika dibiarkan terus-menerus dan dapat menimbulkan trauma bagi siswa korban pelecehan maupun seseorang yang telah menjadi korban pelecehan.

Source : JT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here