Jepang dan Korea Selatan Saling Ajukan Protes Terkait Klaim Situs Warisan Dunia UNESCO

Hubungan Korea Selatan dan Jepang kembali memanas usai adanya pengajuan protes diantara keduanya atas pandangan mereka yang saling mengklaim nominasi daftar nominasi yang masuk ke Jepang.

Pengajuan protes tersebut dilayangkan oleh pemerintah Korsel lewat Kementerian Luar Negeri Chung Eui Yong menyatakan kekecewaannya terhadap upaya pemerintah Jepang yang mendaftarkan tambang di Pulau Sado di Prefektur Niigata ke dalam situs warisan dunia.

Menurut Korea Selatan, tempat tersebut memiliki sejarah kelam dimana banyak pekerja paksa asal Korea yang diharuskan bekerja paksa terlebih hingga saat ini menurut Korsel, Jepang belum memiliki solusi terbaik untuk menyelesaikan kompensasi korban tenaga kerja di masa perang dulu.

Namun hal tersebut dibantah oleh Jepang karena menurutnya Korsel diharuskan membuat perjanjian yang tepat dengan Jepang terkait pengajuan protes situs warisan dunia tersebut.

Selain itu, Jepang juga menyatakan siap berdialog dengan pemerintah Korsel tentang pemahaman mengapa lokasi tambang di Pulau Sado tersebut pantas masuk dalam situs warisan dunia.

Sejak pekan lalu, Perdana Menteri Fumio Kishida telah mengumumkan bahwa Jepang akan merekomendasikan tambang Pulau Sado sebagai salah satu produsen emas terbesar di dunia pada abad ke 17 ke daftar situs warisan dunia UNESCO.

Pengumuman tersebut langsung membuat Korsel bereaksi karena menurutnya tak seharusnya Jepang merekomendasikan pulau tersebut ke UNESCO secara sepihak.

Source : AN