Jepang Duduki Peringkat 120 Soal Kesenjangan Gender, Terburuk dari Seluruh Anggota Negara G7

Kesenjangan gender di Jepang memang menjadi salah satu masalah yang cukup serius.


Baru-baru ini, sebuah lembaga survey tahunan Global Gap Report yang berpusat di Swiss telah merilis data terbaru tahun 2021 yang menyatakan bahwa Jepang menduduki peringkat 120 tentang kesenjangan gender.

Meski begitu, Jepang telah 1 peringkat lebih baik dari data tahun 2019 yang menyatakan bahwa negeri Sakura tersebut menduduki peringkat ke 121 dari 153 negara.


Forum Ekonomi Dunia mengatakan bahwa partisipasi kaum perempuan dalam arena politik dan ekonomi masih sangat rendah di Jepang.


Salah satu kesenjangan gender di Jepang yang disoroti dunia adalah sejak mantan ketua panitia Olimpiade Yoshiro Mori mengatakan pernyataan “wanita terlalu banyak bicara” yang membuat para kaum wanita marah hingga menuntutnya mundur dari jabatannya tersebut.


Dibandingkan Indonesia yang menduduki peringkat 101, Jepang masih terpaut jauh.

Data tahun 2019 menyatakan bahwa kaum wanita hanya menyumbang 28% di pemilihan Dewan Parlemen Jepang dan sisanya diisi oleh kaum laki-laki.


Peringkat pertama masih diduduki oleh negara Islandia selama 12 tahun berturut-turut, diikuti dengan Finlandia, Norwegia dan Selandia Baru dimana negara-negara tersebut dipimpin oleh kaum wanita.

Dibanding anggota negara G7 lainnya seperti Inggris, Kanada, Prancis, Jerman dan Amerika yang menduduki peringkat diantara 11 hingga 30 menjadikan Jepang sebagai satu-satunya negara terbawah dalam soal kesenjangan gender.


Menanggapi hal ini, pemerintah juga berencana akan menaikan rasio kandidat kaum wanita yang mencalonkan diri dalam pemilihanan nasional pada tahun 2025 mendatang. Juru bicara pemerintah Jepang Katsunobu Kato menjelaskan bahwa pemerintah akan bekerja sama dengan berbagai partai untuk pemberdayaan perempuan agar bisa lebih banyak turut andil dalam kancah politik.

Source : KN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here