Jepang Kecam Israel Terkait Rencana Pembangunan Pemukiman yang Bisa Picu Ketegangan dengan Palestina

Pemerintah Jepang turut buka suara terkait dengan rencana Israel yang akan membangun 1300 unit perumahan di Tepi Barat dan Yerusalem Timur karena melanggar hukum internasional dan juga merusak kelangsungan hidup dua negara.

Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi mengatakan bahwa Jepang mendesak agar Israel batalkan tender rencana tersebut.

“Kami (Pemerintah Jepang) sangat menyesalkan kelanjutakn kegiatan pemukiman oleh pemerintah Israel. Kegiatan pemukiman Israel melanggar hukum internasional dan merusak kelangsungan solusi dari dua negara” mengutip pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Jepang.

Tak hanya Jepang, rencana Israel tersebut juga dikecam oleh Amerika Serikat dengan juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa proyek semacam itu akan meningkatkan ketegangan dan merusak kesepakatan damai.

Sejak beberapa waktu lalu, otoritas Israel merilis sebuah tender akan membangun 1300 rumah baru yang akan dibangun di tanah tepi barat Palestina dan rencananya pemerintah juga akan membahas proposal terakait dengan pembangunan sekitar 3000 unit pemukiman baru.

Rencana tersebut akan menimbulkan ketegangan dengan Palestina karena wilayah Tepi Barat dihuni sekitar 3 juta warga Palestina.

Sebagian  besar negara menentang pada pemukiman yang dibangun Israel di wilayah tersebut adalam perang Timur Tengah 1967 adalah ilegal. Namun Israel beralasan bahwa daerah tersebut merupakan milik Israel dengan hubungan Alkitabiah, sejarah dan politik di daerah tersebut.

Source : medcom