Jepang Mengizinkan Penduduk dari Myanmar untuk Memperpanjang Masa Tinggal

Jepang akan mengizinkan penduduk dari Myanmar untuk tinggal selama enam bulan tambahan sebagai tindakan darurat karena tindakan keras yang dipimpin militer terus berlanjut di negara Asia Tenggara itu, kata para pejabat Jumat (28/05/2021).

Tindakan tersebut mencakup 35.045 warga negara Myanmar yang tinggal di Jepang, termasuk 13.963 bekerja di bawah program magang yang disponsori pemerintah, menurut Badan Layanan Imigrasi.

Mereka yang bertujuan untuk mendapatkan status “pekerja terampil tertentu” dapat memperpanjang masa tinggal mereka hingga satu tahun, katanya. Kategori baru diciptakan pada 2019 karena Jepang semakin bergantung pada pekerja asing untuk menutupi angkatan kerja yang menua dan menurun.

Pemerintah juga mengatakan dua diplomat Myanmar di Tokyo yang diberhentikan oleh junta militer negara mereka karena mendukung gerakan anti-kudeta dapat tetap memiliki visa diplomatik yang dikeluarkan oleh pemerintah yang digulingkan Aung San Suu Kyi.

Juga pada hari Jumat, utusan khusus PBB untuk Myanmar, Christine Schraner Burgener, bertemu dengan Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi dan membahas dukungan untuk upaya Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara untuk mengadakan dialog dengan semua pemangku kepentingan untuk menghentikan kekerasan di Myanmar.

Burgener mengatakan dia telah berkonsultasi dengan semua pihak dan para pemimpin ASEAN dan berharap dapat memberikan rincian lebih lanjut dalam dua hingga tiga minggu.

Sc: Asahi