Jepang Mengkonfirmasi Adanya Kasus Pertama Virus Varian Mu

Pemerintah Jepang lewat Kementerian Kesehatan telah mengkonfirmasi adanya kasus virus varian Mu yang menyerang seorang wanita berusia 40an yang tiba di Jepang usai pergi dari Uni Emirat Arab.

Kasus lainnya dikonfirmasi pada wanita berusia 50 tahun yang tiba di Jepang pada 5 Juli dengan riwayat perjalanan dari Inggris.

Kedua wanita tersebut tidak menunjukan gejala apapun saat kedatangan mereka.

Bagi seluruh pendatang yang datang ke Jepang diwajibkan menjalani tes PCR. Jika mereka dinyatakan positif maka harus mengikuti karantina di fasilitas yang disediakan pemerintah namun jika mereka negatif, maka mereka diminta untuk menjalani karantina mandiri.

Saat ini, pemerintah Jepang akan terus mengambil langkah untuk mencegah penyebaran varian virus dengan memantau situasi di negara lain.

Sejak Senin lalu, Organisasi Kesehatan Dunia WHO telah menetapkan adanya varian virus Mu atau yang dikenal dengan B.1.621.

Hingga saat ini, varian virus Mu belum diketahui seberapa menular dan apakah tahan terhadap vaksin yang saat ini telah ada.

Namun dalam pernyataan WHO mengatakan bahwa varian virus tersebut memiliki konstelasi mutasi yang menunjukan potensial untuk lolos dari kekebalan tubuh manusia yang berarti vaksin saat ini bisa saja tidak bekerja dengan baik terhadap virus varian Mu.

WHO telah menetapkan virus varian Alfa, Beta, Gamma dan Delta sebagao virus varian yang perlu menjadi perhatian khusus karena berbahaya.

Menurut Kementerian Kesehatan, Virus varian Delta yang diyakini berasal dari India telah menyebar luas hingga menjadi varian umum di Jepang.

Source : JT