Jepang Menolak Ajuan Proposal Korea Selatan Terkait Pengetatan Kebijakan Ekspor Kedua Belah Negara

Pemerintah Jepang menolak ajuan proposal dari pemerintah Korea Selatan terkait penyelesaian pengetatan perdagangan ekspor internasional semikonduktor di kedua belah negara.

Dalam pertemuan di Badan Perdagangan Internasional (WTO) mengatakan bahwa Jepang menolak dengan alasan 3 bahan utama tersebut dikhawatirkan digunakan untuk tujuan militer.

Selain itu langkah-langkah tersebut dinilai dilatarbelakangi oleh urusan politik . Amerika pun mendukung terhadap penolakan Jepang tersebut karena ekspor untuk masalah keamanan dan urusan militer memang tidak seharusnya dilakukan dan masalah ini tidak boleh tunduk pada WTO karena dikhawatirkan akan kembali memunculkan perang.

Pada bulan Juli tahun lalu, Jepang mengeluarkan aturan pembatasan lebih ketat terkait ekspor 3 bahan utama semikonduktor ke Korea Selatan. Bulan berikutnya, Jepang memasukan negara Korea Selatan ke dalam daftar negara prefensial atau negara yang dikhawatirkan lemahnya aturan tentang ekspor/impor terhadap barang barang sensitif.

Korea Selatan membawa masalah ini ke WTO untuk diselesaikan, karena Korea Selatan menganggap tindakan tersebut dilatarbelakangi urusan politik di masa lalu. Namun WTO menangguhkan ajuan Korea Selatan karena negara-negara tersebut sepakat untuk mediasi mengenai kontrol ekspor.

Hubungan Jepang dan Korsel semakin diperparah sejak pengadilan tinggi Korea Selatan yang membuat keputusan agar Jepang memberikan kompensasi bagi orang orang yang telah dipaksa bekerja di pabrik Jepang selama periode 1910-1945 di zaman dulu.

Namun Jepang berpendapat bahwa masalah tersebut sudah diselesaikan ketika perjanjian bilateral tahun 1965 dan dikritik telah merampas aset-aset perusahaan Jepang di Korea Selatan di masa itu.

Source : mainichi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here