Kementerian Dalam Negeri Jepang tengah mempertimbangkan dua jenis registrasi dalam rencana sistem “furusato jūmin” (warga kampung halaman) bagi apa yang disebut populasi terhubung—yaitu orang-orang yang aktif terlibat dengan suatu daerah meski tidak tinggal di sana.
Registrasi akan dibagi menjadi dua kategori: basic dan premium, tergantung tingkat keterlibatan. Pemerintah berharap sistem ini dapat mendorong lebih banyak orang untuk berkontribusi pada kehidupan komunitas lokal.
📌 Registrasi Basic
Diperuntukkan bagi orang yang berkontribusi dengan cara sederhana, seperti sering berkunjung ke daerah tertentu, membeli produk lokal, atau memberikan donasi “furusato nōzei” (pajak kampung halaman).
📌 Registrasi Premium
Ditujukan bagi mereka yang lebih aktif, misalnya terlibat dalam kegiatan sukarela, mengambil pekerjaan sampingan di pedesaan, atau memiliki rumah di dua lokasi (desa dan kota). Mereka diharapkan membantu menjaga keberlangsungan komunitas setempat.
Pemerintah daerah nantinya akan menerbitkan sertifikat dan memberikan informasi acara kepada peserta registrasi. Peserta dengan status basic akan didorong untuk beralih ke premium.
Untuk peserta premium, sertifikat akan diberikan setelah pemerintah daerah memverifikasi dokumen yang membuktikan keterlibatan mereka. Selain itu, berbagai keuntungan seperti subsidi biaya transportasi atau diskon fasilitas juga akan tersedia.
Proses registrasi direncanakan melalui aplikasi ponsel pintar. Pemerintah juga mempertimbangkan penggunaan kartu identitas nasional My Number untuk memverifikasi identitas dan mencegah penyalahgunaan.
Rincian final sistem furusato jūmin akan diumumkan pada akhir tahun ini atau setelahnya.
Sc : JT







