Jepang Rencanakan Pelonggaran Pembatasan Virus Pada November Asalkan Tingkat Vaksinasi Capai Target

Pemerintah Jepang mengatakan kini sedang membuat skema perencanaan pelonggaran pembatasan covid-19 untuk perjalanan, acara publik mau pun jam buka operasional toko/restoran yang terkena pembatasan pada November mendatang.

Skema perencanaan ini dengan syarat sebagian populasi di negeri Sakura tersebut telah memenuhi vaksinasi.

Saat ini, pemerintah juga diperkirakan akan memperpanjang status darurat corona hingga 30 September di Tokyo dan 18 Prefektur lainnya karena rumah sakit masih di bawah tekanan lonjakan pasien infeksi.

Jepang yang saat ini masih harus mati-matian berjuang mencegah penularan virus varian Delta yang lebih menular telah memberlakukan status darurat corona di 21 dar 47 prefektur.

Pelonggaran pembatasan akan berlaku bergantung pada situasi dan kondisi mencaku tingkat vaksinasi dalam wilayah tersebut.

Saat ini, masyarakat diminta menahan diri untuk melakukan perjalanan lintas prefektur namun jika terpaksa harus menyelesaikan persayaratan seperti rejimen vaksin atau bukti negatif covid-19.

Pemerintah Jepang menilai bahwa orang yang telah divaksinasi penuh atau mereka yang dapat menunjukan hasil uji negatif terpapar virus corona dapat menurunkan resiko penyebaran virus dan memungkinkan untuk adanya pelonggaran pembatasan.

Selain itu, pemerintah juga akan melonggarkan acara publik saat ini dibatasi 5.000 orang jika kondisi memungkinkan.

Meski begitu, rencana pemerintah ini membuat beberapa ahli medis prihatin karena diangap terlalu dini untuk melonggarkan pembatasan virus.

Namun PM Yoshihide Suga menyatakan pemerintah akan terus dengan cermat melihat keadaan dan membuat keputusan.

“Kami melihat dengan cermat keadaan sistem medis saat ini dan membuat keputusan” ucap PM Yoshihide Suga.

Source : nippon, mainichi