Menu

Dark Mode
Prefektur Kagawa Gandeng Nvidia, Dorong Pemanfaatan AI dan Pembangunan Data Center PM Sanae Takaichi Targetkan Penangguhan Pajak Konsumsi Makanan Selama Dua Tahun Jenazah Diduga Tiga Korban Helikopter Wisata Jatuh di Gunung Aso Ditemukan Krisis Demografi Hantam Kampus Swasta Jepang, 30% Terancam Krisis Keuangan pada 2040 Kosakata Jepang yang Sering Didengar dari Pengumuman Stasiun Manga Legendaris Shoujo “Red River” Dapat Adaptasi Anime, Tayang Musim Panas Tahun Ini

News

Jepang Tutup Seluruh Pusat Pendidikan di Rusia di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral

badge-check


					Jepang Tutup Seluruh Pusat Pendidikan di Rusia di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral Perbesar

Pemerintah Jepang memutuskan menutup seluruh pusat pendidikan yang didanai Tokyo di Rusia, dengan alasan memburuknya hubungan kedua negara akibat invasi Rusia yang masih berlangsung di Ukraina.

Sekretaris Kabinet Yoshimasa Hayashi mengatakan keputusan komprehensif telah diambil bahwa enam pusat tersebut—yang dulunya dianggap sebagai simbol persahabatan bilateral—telah “menyelesaikan peran historisnya.” Ia menambahkan, penutupan dilakukan “dengan mempertimbangkan perubahan besar dalam situasi di Rusia serta hubungan Jepang-Rusia.”

Pusat-pusat Jepang itu, yang berdiri antara 1994 hingga 2001, awalnya bertujuan memperkuat hubungan Jepang-Rusia melalui berbagai kegiatan seperti kursus bahasa Jepang, program pelatihan, serta dukungan bagi dunia usaha.

Keputusan ini diambil setelah Rusia pada Januari lalu menghentikan pelaksanaan nota kesepahaman terkait operasional pusat-pusat tersebut—langkah yang sebelumnya disebut pemerintah Jepang sebagai hal yang “tidak dapat diterima.”

Hayashi menyebut keputusan sepihak Rusia itu menjadi pertimbangan penting dalam penutupan. Jepang juga telah menyampaikan keputusan ini melalui jalur diplomatik, sambil menyatakan penyesalan atas penghentian tersebut dan menyoroti cara pemerintah Rusia menangani masalah itu.

Ia menambahkan, pihak berwenang Rusia sempat dua kali melakukan inspeksi langsung ke Pusat Jepang di Vladivostok pada Juli dan Agustus. “Pemerintah Jepang sedang berupaya memastikan pengelolaan situasi dengan tepat,” kata Hayashi, seraya mendesak pihak Rusia untuk menjamin keamanan fisik staf di pusat-pusat yang ditutup.

Sejak invasi penuh Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, Jepang bersama negara-negara G7 dan sekutu Barat lainnya telah menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Moskow.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Prefektur Kagawa Gandeng Nvidia, Dorong Pemanfaatan AI dan Pembangunan Data Center

19 February 2026 - 13:10 WIB

PM Sanae Takaichi Targetkan Penangguhan Pajak Konsumsi Makanan Selama Dua Tahun

19 February 2026 - 11:10 WIB

Jenazah Diduga Tiga Korban Helikopter Wisata Jatuh di Gunung Aso Ditemukan

19 February 2026 - 10:10 WIB

Krisis Demografi Hantam Kampus Swasta Jepang, 30% Terancam Krisis Keuangan pada 2040

19 February 2026 - 09:36 WIB

Jumlah Bunuh Diri di Jepang Turun di Bawah 20 Ribu pada 2025, Namun Kasus di Kalangan Pelajar Masih Tinggi

18 February 2026 - 15:10 WIB

Trending on News