Jepang Yakin Surplus Setelah Aktivitas Dengan China Mulai Dibuka Juli Lalu

Jepang melihat peluang yang sangat baik setelah perdagangan ke China telah mulai pulih setelah ditutup beberapa bulan akibat adanya pandemi.

Bagi Jepang, China adalah mitra dagang terbesar yang memberikan surplus perdagangan barang hingga 11,6 milyar yen. Dengan dibukanya kembali arus perdagangan dengan China pemerintah Jepang yakin ekonomi akan kembali pulih dengan segera.

Meski begitu, data ekspor pada bulan Juli tercatat tetap alami penurunan sebesar 19,2% yang turun dari tahun sebelumnya menjadi 5,37% saja. Hal ini dikarenakan oleh permintaan pasar yang belum kembali pulih dan dampak lanjutan dari pandemi yang membuat permintaan sejumlah barang menurun.

Data impor yang juga turun sebesar 22,3% dari tahun sebelumnya menjadi 5,3 trilyun yen disebabkan oleh turunnya harga minyak mentah yang diimpor dari negara timor tengah dan juga penurunan harga gas alam dari Australia.

Industri otomotif, sebagai pendapatan terbesar negeri sakura menunjukan angka ekspor mobil yang turun hingga 30% akibat permintaan pasar dunia yang turun karena adanya pemberlakuan lockdown di sejumlah negara.

Terlepas dari itu semua, pemerintah Jepang yakin dengan kembali membuka sektor-sektor ekonomi secara bertahap dapat kembali membangkitkan perekonomian.

Source : KN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here