JTB memproyeksikan jumlah wisatawan asing yang datang ke Jepang pada 2026 menurun 2,8% menjadi 41,4 juta orang, turun untuk pertama kalinya dalam lima tahun, karena memburuknya hubungan Jepang–China.
Turunnya kunjungan terutama terjadi dari China dan Hong Kong, yang menyumbang sekitar 30% dari total wisatawan, terutama dalam bentuk paket tur. Empat pasar Asia Timur – China, Hong Kong, Korea Selatan, dan Taiwan – diperkirakan turun 7,6%.
Meski demikian, jumlah wisatawan dari Amerika, Eropa, dan Australia diperkirakan terus meningkat, dengan durasi tinggal lebih lama dan pengeluaran lebih tinggi.
Akibatnya, total pengeluaran wisatawan tetap naik 0,6% menjadi 9,64 triliun yen. Pada 2025, hingga November, jumlah wisatawan asing mencapai 39,06 juta orang, rekor tertinggi baru, meski kunjungan dari China menurun setelah pemerintah China menganjurkan warganya menahan diri dari bepergian ke Jepang menyusul pernyataan Perdana Menteri Takaichi soal Taiwan.
Sc : yomiuri







