Kasus Melonjak, Asosiasi Gubernur Jepang Serukan Pemerintah Pusat Berlakukan Lockdown

@‹Ù‹}Ž–‘Ԑ錾”­—ß‚©‚ç‚PTŠÔAƒ}ƒXƒNŽp‚Å“Œ‹žEa’J‚̃XƒNƒ‰ƒ“ƒuƒ‹Œð·“_‚ð•à‚­l‚½‚¿‚P“úŒßŒã

Asosiasi Gubernur Jepang terus menyerukan kepada pemerintah pusat untuk mempertimbangkan memberlakukan lockdown demi menahan kasus lonjakan covid-19.

Menurut Asosiasi Gubernur, langkah yang saat ini dilakukan tak efektif membendung penyebaran virus terutama varian virus delta yang lebih menular ke seluruh negeri.

Para Gubernur menyerukan kepada pemerintah pusat agar memberlakukan langkah yang lebih efektif dengan pembatasan yang lebih ketat  seperti halnya lockdown yang telah diberlakukan di beberapa negara lain. Namun PM Yoshihide Suga menyatakan keraguan terkait dengan langkah tersebut diberlakukan.

Sejak beberapa hari, Jepang terus mencatatkan rekor penambahan virus corona. Pada hari Jumat, Jepang mencatatkan penambahan kasus virus corona sebanyak 25.786 dari seluruh prefektur.

Saat ini, Jepang menghadapi tantangan fasilitas medis tak dapat menampung pasien covid karena kepenuhan serta mempercepat program vaksinasi masyarakat.

Dalam sebuah proposal yang disusun oleh asosiasi Gubernur mengajukan kepada pemerintah pusat dengan langkah lockdown diharapkan lebih efektif untuk membendung penyebaran virus.

Asosiasi Gubernur juga menyerukan agar adanya pembatasan arus masyarakat pergi ke prefektur lain  sehubungan dengan adanya varian Delta yang lebih menular.

Saat ini, sebenarnya di beberapa prefektur tengah diberlakukan status darurat seperti Ibaraki, Tochigi, Gunma, Shizuoka, Kyoto, Hyogo, Fukuoka, Chiba, Saitama, Tokyo, Kanagawa, Osaka dan Okinawa.

Namun langkah status darurat yang diberlakukan pemerintah pusat dirasa masih kurang efektif karena angka penambahan kasus kian melonjak.

Source : JT