Pembayaran non-tunai di Jepang semakin umum, terutama di konbini, supermarket, restoran cepat saji, dan mesin self-checkout. Meski terlihat simpel, ada banyak kosakata Jepang khas yang sering muncul di layar, mesin kasir, atau diucapkan oleh kasir.
Berikut daftar kata Jepang yang paling sering dipakai saat membayar non-tunai, beserta romaji dan arti bahasa Indonesia.
1. キャッシュレス
Romaji: kyasshuresu/cashless
Arti: Non-tunai
Istilah umum untuk pembayaran tanpa uang tunai.
2. お支払い方法(おしはらいほうほう)
Romaji: oshiharai hōhō
Arti: Metode pembayaran
Biasanya muncul di layar kasir atau self-checkout.
3. クレジットカード
Romaji: kurejitto kādo
Arti: Kartu kredit
Sering dipendekkan jadi クレカ (kureka).
4. デビットカード
Romaji: debitto kādo
Arti: Kartu debit
Langsung memotong saldo rekening.
5. 電子マネー
Romaji: denshi manē
Arti: Uang elektronik
Contohnya Suica, PASMO, iD, QUICPay.
6. ICカード
Romaji: -ai shī kādo
Arti: Kartu IC transportasi
Selain transportasi, sering dipakai untuk belanja.
7. QRコード決済
Romaji: kyū ā kōdo kessai
Arti: Pembayaran dengan QR code
Contoh: PayPay, LINE Pay, Rakuten Pay.
8. タッチ決済
Romaji: tatchi kessai
Arti: Pembayaran tap / sentuh
Kasir sering bilang ini saat pembayaran contactless.
9. ご一括払い(ごいっかつばらい)
Romaji: go ikkatsu barai
Arti: Pembayaran sekaligus
Pertanyaan umum saat bayar kartu kredit.
10. 分割払い(ぶんかつばらい)
Romaji: bunkatsu barai
Arti: Pembayaran cicilan
Tidak semua toko mendukung opsi ini.
Memahami kosakata pembayaran non-tunai di Jepang sangat membantu agar transaksi berjalan lancar dan tanpa panik, terutama saat kasir berbicara cepat atau layar mesin penuh tulisan Jepang.










