Kecam Kerja Paksa di China, CEO Uniqlo Tadashi Yanai Ancam Siap Putus Rantai Pasokan

CEO Uniqlo sekaligus orang terkaya di Jepang Tadashi Yanai mengatakan bahwa perusahaannya akan mengawasi dengan ketat rantai pasokan kapas dari Xinjiang China dan memastikan bahan baku produknya tersebut tidak ada yang dibuat dengan cara kerja paksa.

Saat konferensi pers dengan media, Yanai menegaskan bahwa ia akan segera memutus rantai pasokan pakaian perusahaannya dari China jika masalah tersebut ditemukan.

Amerika, Uni Eropa, Inggris dan Kanada telah menjatuhkan sanksi terhadap China yang diduga telah melakukan pelanggaran terhadap hak asasi manusia terkait kerja paksa kaum minoritas Uighur,

Namun hal tersebut dibantah oleh pemerintah China dan berbagai produk fashion dari luar negeri seperti H&M, Hennes & Mauritz telah di boikot.

Awalnya, aksi boikot tersebut hanya menargetkan Nike dan H&M namun menurut sejumlah media lokal mengatakan bahwa berbagai brand terutama dari negara barat juga telah ikut diboikot.

“Hak asasi manusia adalah yang utama dan kami telah melakukan segala sesuatu yang perlu dilakukan” ucap Yanai dalam konferensi pers.

Sementara itu, perusahaan retail fashion Uniqlo melaporkan bahwa perusahaan mendapat laba dar periode September hingga Februari alami kenaikan sebesar 22,9%  berkat penjualan kuat di pasar China dan Jepang.

Source : KN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here