Menu

Dark Mode
Season 2 Saga of Tanya the Evil Siap Tayang Tahun 2026, Rilis Teaser Baru Mulai April 2026, Orang Tua yang Cerai di Jepang Wajib Bayar Nafkah Anak ¥20.000 per Bulan Manga “SHION” Dapat Adaptasi Anime Mulai 1 Desember Pengadilan Tinggi Tokyo Putuskan Larangan Nikah Sesama Jenis Masih Sesuai Konstitusi Jepang Jumlah Petani Jepang Anjlok 25% dalam Lima Tahun, Picu Kekhawatiran Ketahanan Pangan Kadokawa Rilis Manga Baru “Tsukuru Niwa” Karya Mikanuji di Comic Newtype

Culture

Kenapa Anak SD di Jepang Pergi Sekolah Sendiri Tanpa Diantar Orang Tua?

badge-check


					Kenapa Anak SD di Jepang Pergi Sekolah Sendiri Tanpa Diantar Orang Tua? Perbesar

Bagi orang Indonesia, melihat anak SD berjalan sendiri ke sekolah mungkin terasa berbahaya atau aneh. Tapi di Jepang, hal ini justru pemandangan biasa setiap pagi. Anak-anak kecil, bahkan yang baru masuk SD, sudah terbiasa berangkat sekolah sendiri dengan berjalan kaki atau naik transportasi umum. Lalu, kenapa bisa begitu?


1. Sistem Keamanan Lingkungan yang Kuat

Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat kriminalitas terendah di dunia. Masyarakatnya punya budaya salut terhadap aturan dan menjaga ketertiban. Selain itu, ada patroli sukarelawan dari warga sekitar yang memastikan anak-anak aman saat berangkat dan pulang sekolah.


2. Budaya Mandiri Sejak Kecil

Sejak dini, anak-anak Jepang diajarkan kemandirian. Bukan hanya pergi sekolah sendiri, mereka juga terbiasa merapikan meja, membersihkan kelas, hingga membantu pekerjaan kecil di rumah. Pergi ke sekolah tanpa ditemani orang tua dianggap sebagai latihan untuk bertanggung jawab atas diri mereka sendiri.


3. Sekolah Dekat dengan Rumah

Banyak sekolah dasar di Jepang yang lokasinya memang didesain berada dekat kawasan perumahan. Anak-anak biasanya hanya perlu berjalan kaki 10–20 menit saja untuk sampai. Hal ini membuat mereka tidak bergantung pada orang tua untuk antar-jemput.


4. Infrastruktur yang Mendukung

Jalur pejalan kaki di Jepang dibuat sangat ramah untuk anak-anak, dengan trotoar yang rapi, zebra cross yang jelas, hingga lampu lalu lintas khusus. Bahkan ada jalur khusus “commuting route” untuk anak sekolah agar mereka tetap aman.


5. Filosofi Gambarimasu

Budaya Jepang sangat menekankan usaha dan ketangguhan mental. Dengan membiarkan anak-anak berangkat sendiri, orang tua percaya mereka sedang belajar untuk menghadapi tantangan hidup, sekecil apa pun itu.


Anak SD Jepang berangkat sekolah sendiri bukan sekadar kebiasaan praktis, melainkan cerminan dari budaya mereka: aman, mandiri, dan penuh tanggung jawab. Hal ini juga menunjukkan bahwa masyarakat Jepang secara kolektif ikut menjaga anak-anak, bukan hanya tanggung jawab orang tua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Senpāi–Kōhai: Hirarki Sosial Jepang dari Sekolah hingga Dunia Kerja

22 November 2025 - 14:30 WIB

Miai: Perjodohan Ala Jepang yang Tetap Eksis di Era Dating App

21 November 2025 - 13:43 WIB

Yatai: Kultur Street Food Kaki Lima Musiman yang Hangat di Jepang

19 November 2025 - 20:00 WIB

Higan: Tradisi Ziarah ke Makam Saat Perubahan Musim di Jepang

18 November 2025 - 16:33 WIB

Telat Sedikit Sama dengan Tidak Profesional: Kenapa Tepat Waktu Itu Harga Mati di Jepang?

17 November 2025 - 20:00 WIB

Trending on Culture