Kenapa Nama Orang Jepang Umumnya Hanya Ada 2 Kata? Berikut Penjelasannya!

Di Indonesia, pemberian nama pada anak mungkin tidak dibatasi. Nama seseorang di Indonesia umumnya hanya 3 kata bahkan bisa mencapai 5 kata atau juga  bisa lebih.

Ketika berkenalan dengan orang Jepang, pernahkah terbesit dalam pikiran kita mengapa nama orang Jepang umumnya hanya 2 kata saja? sebut saja misalkan namanya adalah “Yamashita Rei”.

Nama tersebut bukan sembarangan karena kata pertama merupakan nama keluarganya yakni Yamashita dan kata kedua merupakan nama asli pemberian dari orang tuanya yakni Rei.

Istilah penyebutan nama keluarga di Jepang disebut dengan Myouji (名字) sedangkan nama aslinya disebut dengan  Shita no Namae (下の名前) atau nama belakang.

Pada sejarahnya, sebenarnya penamaan keluarga pada nama seseorang mulai diterapkan sejak zaman restorasi Meiji Jepang sekitar tahun 1870-an. Saat itu para penduduk boleh memiliki nama keluarga sendiri yang bisa didaftarkan di registrasi keluarga.

Sebenarnya hampir mirip dengan penamaan di budaya barat dimana ada nama keluarga dan juga nama asli pemberian dari orang tua, hanya saja yang membedakan di Jepang adalah nama keluarga biasanya disebut duluan setelah itu baru nama aslinya.

Di Jepang, nama keluarga dalam sebuah nama seseorang menunjukan asal nenek moyangnya. Selain itu, nama orang Jepang juga bisa menujukan dari daerah asalnya, profesi keluarga, asal suku dan lain sebagainya.

Jika akan menikah, umumnya akan ada nama keluarga baru yang muncul dan hal tersebut biasanya diambil dari nama keluarga sang laki-laki. Namun tak menutup kemungkinan juga nama keluarga diambil dari pihak perempuan meski sangat jarang terjadi. Hal tersebut juga akan berdampak bagi penamaan bagi anak-anak mereka.