Konsumsi Nasi di Jepang Menurun, Pedagang Beras di Jepang Ekpor Beras ke Pasar Tiongkok

Asosiasi dan Kelompok koperasi Pertanian Jepang mengatakan akan terus meningkatkan upaya demi bisa memenuhi permintaan beras di China ditengah pasar domestik Jepang yang mengalami penurunan dalam mengkonsumsi nasi.

Para pedagang beras bekerja sama dengan raksasa perusahaan penyedia pangan di China seperti COFCO untuk memenuhi permintaan pasar apalagi saat ini makanan Jepang yang sedang booming China.

Menurut data Kementerian Pertanian Jepang mengatakan bahwa harga beras di Jepang bisa 2 bahkan hingga3 kali lipat lebih mahal dibanding beras yang ditanam di China sendiri. Dengan begini maka Jepang bisa membuat harga beras semakin mahal di luar negeri.

China sendiri saat ini merupakan salah satu negara dengan konsumsi nasi terbesar dan membutuhkan beras sekitar 140 juta ton setiap tahun dimana 20x lipat lebih banyak dari Jepang.

Sementara di Jepang, konsumsi terhadap nasi kini sedang menurun akibat perubahan perilaku kebiasaan masyarakat.

“Ada banyak selera konsumsi masyarakat di China jadi kami melihat ini sebagai peluang besar untuk pertumbuhan” ucap seorang pejabat Kitok Shinryou perusahaan yang juga turut mengekspor beras ke China sejak 2016.

Saat ini para pemasok beras Jepang juga tengah mempertimbangkan agar bisa bekerja sama dengan perusahaan teknologi retail seperti Alibaba agar mempermudah menjangkau market di China.

Source : KN