Sepuluh orang mengalami luka ringan dan puluhan bangunan rusak di wilayah Tokyo bagian timur pada hari Selasa akibat ledakan di sebuah lokasi konstruksi, yang diduga dipicu oleh kebocoran gas, menurut keterangan polisi.
Gas terdeteksi di lokasi kejadian di Distrik Edogawa, Tokyo, di mana tabung gas juga ditemukan. Polisi menduga bahwa pekerja konstruksi mungkin secara tidak sengaja memukul tabung tersebut dengan bor saat melakukan pekerjaan pemancangan untuk pembangunan rumah baru, sehingga gas menyala dan menyebabkan ledakan.
Panggilan darurat melaporkan suara ledakan sekitar pukul 09.35 pagi. Sebuah kendaraan layanan di lokasi terbakar, dan pekerja serta warga sekitar — berusia antara 20-an hingga 70-an tahun — terpapar asap dan mengalami luka ringan.
Sekitar 40 bangunan mengalami kerusakan, terutama pada dinding dan bagian lainnya, bahkan kaca jendela di beberapa bangunan pecah. Area terdampak mencakup radius hingga 100 meter dari lokasi, yang terletak dekat Stasiun Kasai milik Tokyo Metro.
Keishi Sudo, pria berusia 69 tahun yang tinggal di apartemen dekat lokasi, mengatakan bahwa ia mendengar suara keras setelah seseorang berteriak, “Itu gas!“
“Ledakan itu menghancurkan jendela dan menyebarkan pecahan kaca ke seluruh apartemen saya,” katanya. Ledakan juga menyebabkan unit pendingin udara jatuh dari tempatnya.
“Saya tidak tahu bagaimana saya harus menjalani hidup mulai besok,” ungkapnya.
Awalnya, penyebab ledakan diduga berasal dari kebocoran pipa gas yang rusak akibat pekerjaan konstruksi. Namun, polisi menyatakan tidak ditemukan pipa gas di lokasi tersebut.
Sumber investigasi menyebutkan bahwa kemungkinan besar gas asetilena, yang biasa digunakan untuk pengelasan logam, bocor dari tabung gas dan menyebabkan ledakan.







