Japan International Cooperation Agency (JICA) telah menyediakan dua unit rumah bergaya Jepang bagi warga Ukraina yang mengungsi di dalam negeri akibat perang yang terus berlangsung dengan Rusia.
Unit rumah tersebut dibangun di Hostomel, dekat Kyiv, dan dilengkapi dengan sistem pembangkit listrik tenaga surya untuk memastikan pasokan listrik tetap tersedia saat terjadi pemadaman. Pemadaman listrik kerap melanda Ukraina karena Rusia terus melancarkan serangan terhadap infrastruktur energi negara tersebut.
Ibu kota Ukraina sendiri mengalami pemadaman listrik berskala besar selama beberapa hari, sementara suhu udara di luar ruangan pada pertengahan musim dingin turun hingga di bawah minus 15 derajat Celsius.
Proyek ini diharapkan dapat menjadi contoh pemanfaatan teknologi Jepang dalam pengembangan perumahan berbiaya rendah, terutama ketika Ukraina memasuki fase rekonstruksi di masa depan.
Menurut Daiwatech, perusahaan asal Tokyo yang membangun unit rumah tersebut, hunian ini terhubung dengan layanan internet satelit Starlink. Bagian interiornya menggunakan material plester khusus (stucco) yang efektif dalam mengatur tingkat kelembapan udara di dalam ruangan.
Dua keluarga akan menempati rumah tersebut, satu berasal dari wilayah Zaporizhzhia di Ukraina selatan dan satu lagi dari Hostomel. Kedua keluarga tersebut memiliki anggota yang bekerja di sebuah klinik di dekat lokasi.
Hostomel sendiri merupakan kawasan yang memiliki bandara internasional dan sempat diduduki oleh Rusia pada tahap awal invasi skala penuh sejak Februari 2022. Setelah wilayah tersebut direbut kembali oleh Ukraina, Hostomel kini menjadi tempat tinggal bagi banyak warga yang mengungsi akibat perang.
Sc : JT







