Badan Pariwisata Jepang (Japan Tourism Agency) pada Jumat mengumumkan rencana untuk lebih dari dua kali lipat meningkatkan jumlah wilayah yang secara aktif menangani masalah overtourism, dari 47 daerah saat ini menjadi 100 daerah pada 2030.
Target tersebut akan dimasukkan untuk pertama kalinya dalam rencana dasar promosi pariwisata pemerintah berikutnya, yang mencakup periode lima tahun mulai tahun fiskal 2026. Draf rencana itu telah dipresentasikan kepada panel ahli dan dijadwalkan mendapat persetujuan kabinet pada Maret mendatang.
Dalam draf tersebut, pemerintah tetap mempertahankan target sebelumnya, yakni menarik 60 juta wisatawan asing per tahun dan meningkatkan total belanja wisatawan hingga 15 triliun yen pada 2030.
Pada 2025, jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Jepang diperkirakan mencapai rekor 42,7 juta orang, dengan total pengeluaran juga mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah sebesar 9,5 triliun yen, menurut data pemerintah.
Draf rencana itu juga menyoroti perlunya kesiapan menghadapi perubahan situasi internasional, terutama di tengah menurunnya jumlah wisatawan asal China akibat memburuknya hubungan bilateral. Pemerintah menegaskan akan memperluas promosi pariwisata ke berbagai negara dan kawasan lain.
Saat ini, Badan Pariwisata Jepang menjalankan proyek percontohan untuk membantu daerah yang menghadapi masalah overtourism, seperti kemacetan lalu lintas dan perilaku wisatawan yang mengganggu warga.
Sebanyak 47 wilayah, termasuk Kyoto dan Taketomi di Prefektur Okinawa, telah menjalankan berbagai langkah berbasis masukan warga, seperti pembatasan jumlah pengunjung dan pengaturan arus lalu lintas.
Selain meningkatkan jumlah wilayah penanganan overtourism menjadi 100, pemerintah juga mendorong wisatawan asing untuk mengunjungi daerah di luar kota-kota besar. Langkah ini bertujuan menjaga keseimbangan antara penerimaan wisatawan dan kualitas hidup masyarakat lokal.
Target lain dalam rencana tersebut mencakup peningkatan belanja per wisatawan dari rata-rata 229.000 yen pada 2025 menjadi 250.000 yen pada 2030, serta menaikkan jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung kembali dari 27,61 juta menjadi 40 juta orang.
Sc : KN







