Menu

Dark Mode
Film Live-Action Sakamoto Days Rilis Trailer Kedua, Pamer Adegan Aksi dan Kehidupan Sehari-hari Sakamoto Spin-off Iruma-kun Bertema Mafia Resmi Dianimasikan, Tayang Januari 2027 Kosakata Jepang yang Sering Muncul di Mesin Tiket Patuh Tanpa Pengawasan: Mengapa Orang Jepang Tetap Mengikuti Aturan The second season of Monarch: Legacy of Monsters will premiere on Apple TV on February 27. New episodes will debut on Fridays. Kurt Russell will return as Lee Shaw. Amber Midthunder (Prey) will play a powerful businesswoman named Isabel. The show is part of a multi-series deal with Legendary Entertainment that includes multiple spinoffs for the franchise. Entertainment news source Deadline reported in December that Apple TV is producing a prequel to Monarch: Legacy of Monsters. Joby Harold is returning to showrun the prequel at Safehouse Pictures. Tory Tunnell is also serving as executive producer alongside Harold and fellow executive producers Hiro Matsuoka and Takemasa Arita from TOHO. Kei Banno, Brian Rogers, and Kenji Okuhira are producing. c

Culture

Mandiri Sejak Dini: Kenapa Anak SD di Jepang Pergi ke Sekolah Sendiri Tanpa Diantar?

badge-check


					Mandiri Sejak Dini: Kenapa Anak SD di Jepang Pergi ke Sekolah Sendiri Tanpa Diantar? Perbesar

Kalau kamu jalan-jalan pagi di Jepang, kamu mungkin akan melihat pemandangan yang menarik:
Anak-anak SD berjalan kaki ke sekolah sendiri—tanpa orang tua, tanpa sopir, bahkan sering tanpa pengawasan guru.

Di negara lain, hal ini bisa jadi dianggap berbahaya atau sembrono, tapi di Jepang, ini adalah bagian dari budaya dan sistem sosial yang sudah lama dibangun.

Lantas, kenapa anak-anak Jepang bisa begitu mandiri sejak usia kecil? Yuk, kita bahas!


🎒 1. Kemandirian adalah Nilai yang Ditanamkan Sejak Kecil

Di Jepang, anak-anak diajarkan untuk:

Mereka dianggap mampu mengelola dirinya sendiri sejak dini—dan berjalan ke sekolah sendiri adalah bagian dari pelatihan hidup itu.


🚥 2. Infrastruktur yang Ramah Anak

Pemerintah dan masyarakat Jepang telah menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung anak-anak, seperti:

  • Trotoar yang aman dan terawat.

  • Lampu lalu lintas dengan suara untuk membantu menyeberang.

  • Relawan lokal (kadang orang tua atau lansia) yang berdiri di titik-titik persimpangan untuk membantu anak-anak menyeberang jalan.

Jadi, anak-anak tidak “dilepas begitu saja”, tapi mereka dibiarkan belajar dengan pengawasan yang tidak mencolok.


👨‍👩‍👧‍👦 3. Kelompok Berangkat Sekolah (Tokōhan)

Di banyak daerah, anak-anak pergi ke sekolah dalam kelompok kecil bersama teman-temannya.
Sistem ini disebut “tokōhan” dan biasanya dipimpin oleh siswa yang lebih tua atau anak yang dipercaya.

Mereka punya rute tetap, waktu berangkat yang teratur, dan rasa tanggung jawab terhadap satu sama lain.


🏘️ 4. Masyarakat Kolektif yang Peduli

Budaya Jepang sangat menjunjung tinggi prinsip “it takes a village to raise a child.”

Artinya, masyarakat sekitar ikut merasa bertanggung jawab atas keselamatan anak-anak.
Orang dewasa di lingkungan itu tidak akan cuek jika melihat anak-anak dalam bahaya atau tersesat.

Rasa aman ini lahir dari kepercayaan sosial dan rasa tanggung jawab bersama.


🧠 5. Bagian dari Pendidikan Non-Akademik

Berjalan ke sekolah sendiri juga dianggap sebagai bentuk:

  • Latihan navigasi.

  • Melatih disiplin dan ketepatan waktu.

  • Membentuk rasa percaya diri.

Dengan kata lain, ini bukan sekadar “pergi ke sekolah”, tapi bagian dari pendidikan karakter.


Anak-anak SD di Jepang tidak sekadar “dilepas”, tapi mereka hidup dalam sistem sosial yang:

  • Aman secara fisik,

  • Mendukung secara budaya,

  • Dan percaya pada kemampuan anak untuk tumbuh.

Sebuah contoh menarik tentang bagaimana kemandirian bisa dibentuk tanpa memaksa, tapi lewat kebiasaan yang konsisten.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Patuh Tanpa Pengawasan: Mengapa Orang Jepang Tetap Mengikuti Aturan

5 February 2026 - 18:30 WIB

Hidup Berdekatan, Tapi Tetap Berjarak: Cara Orang Jepang Menjaga Privasi

4 February 2026 - 12:30 WIB

Kebiasaan Menghabiskan Makanan Sampai Bersih Adalah Bentuk Rasa Hormat di Jepang

3 February 2026 - 18:30 WIB

Mengapa Urusan Sampah Dianggap Serius di Jepang, Bukan Sekadar Soal Kebersihan

30 January 2026 - 10:14 WIB

Mengapa Orang Jepang Lebih Nyaman Sendiri di Tempat Umum

29 January 2026 - 18:30 WIB

Trending on Culture