Menu

Dark Mode
Tak Mampu Resign Sendiri, Pekerja Jepang Ramai Gunakan Agen Pengunduran Diri Jepang Waspada Salju Lebat Selama Libur Panjang, Pemerintah Imbau Masyarakat Siaga Kenapa Jepang Nggak Punya Militer? Padahal Dulu Negara Perang Trailer Drops of God Season 2 Dirilis, Tayang Januari di Apple TV+ Deadpool: Samurai Lanjut Season Kedua Mulai 15 Januari Industri Antariksa Jepang Dinilai Tertinggal, Pakar Soroti Lemahnya Transportasi Kargo

Culture

Mandiri Sejak Dini: Kenapa Anak SD di Jepang Pergi ke Sekolah Sendiri Tanpa Diantar?

badge-check


					Mandiri Sejak Dini: Kenapa Anak SD di Jepang Pergi ke Sekolah Sendiri Tanpa Diantar? Perbesar

Kalau kamu jalan-jalan pagi di Jepang, kamu mungkin akan melihat pemandangan yang menarik:
Anak-anak SD berjalan kaki ke sekolah sendiri—tanpa orang tua, tanpa sopir, bahkan sering tanpa pengawasan guru.

Di negara lain, hal ini bisa jadi dianggap berbahaya atau sembrono, tapi di Jepang, ini adalah bagian dari budaya dan sistem sosial yang sudah lama dibangun.

Lantas, kenapa anak-anak Jepang bisa begitu mandiri sejak usia kecil? Yuk, kita bahas!


🎒 1. Kemandirian adalah Nilai yang Ditanamkan Sejak Kecil

Di Jepang, anak-anak diajarkan untuk:

Mereka dianggap mampu mengelola dirinya sendiri sejak dini—dan berjalan ke sekolah sendiri adalah bagian dari pelatihan hidup itu.


🚥 2. Infrastruktur yang Ramah Anak

Pemerintah dan masyarakat Jepang telah menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung anak-anak, seperti:

  • Trotoar yang aman dan terawat.

  • Lampu lalu lintas dengan suara untuk membantu menyeberang.

  • Relawan lokal (kadang orang tua atau lansia) yang berdiri di titik-titik persimpangan untuk membantu anak-anak menyeberang jalan.

Jadi, anak-anak tidak “dilepas begitu saja”, tapi mereka dibiarkan belajar dengan pengawasan yang tidak mencolok.


👨‍👩‍👧‍👦 3. Kelompok Berangkat Sekolah (Tokōhan)

Di banyak daerah, anak-anak pergi ke sekolah dalam kelompok kecil bersama teman-temannya.
Sistem ini disebut “tokōhan” dan biasanya dipimpin oleh siswa yang lebih tua atau anak yang dipercaya.

Mereka punya rute tetap, waktu berangkat yang teratur, dan rasa tanggung jawab terhadap satu sama lain.


🏘️ 4. Masyarakat Kolektif yang Peduli

Budaya Jepang sangat menjunjung tinggi prinsip “it takes a village to raise a child.”

Artinya, masyarakat sekitar ikut merasa bertanggung jawab atas keselamatan anak-anak.
Orang dewasa di lingkungan itu tidak akan cuek jika melihat anak-anak dalam bahaya atau tersesat.

Rasa aman ini lahir dari kepercayaan sosial dan rasa tanggung jawab bersama.


🧠 5. Bagian dari Pendidikan Non-Akademik

Berjalan ke sekolah sendiri juga dianggap sebagai bentuk:

  • Latihan navigasi.

  • Melatih disiplin dan ketepatan waktu.

  • Membentuk rasa percaya diri.

Dengan kata lain, ini bukan sekadar “pergi ke sekolah”, tapi bagian dari pendidikan karakter.


Anak-anak SD di Jepang tidak sekadar “dilepas”, tapi mereka hidup dalam sistem sosial yang:

  • Aman secara fisik,

  • Mendukung secara budaya,

  • Dan percaya pada kemampuan anak untuk tumbuh.

Sebuah contoh menarik tentang bagaimana kemandirian bisa dibentuk tanpa memaksa, tapi lewat kebiasaan yang konsisten.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mengapa Orang Jepang Melepas Sepatu Bahkan di Sekolah dan Kantor

9 January 2026 - 11:30 WIB

Oseibo vs Oshōgatsu: Bedanya Budaya Hadiah Akhir & Awal Tahun

7 January 2026 - 16:10 WIB

Hatsu-koi: Mitos Cinta Pertama di Awal Tahun Jepang

6 January 2026 - 18:30 WIB

Kagami Biraki: Ritual Memecah Mochi Tahun Baru ala Orang Jepang

3 January 2026 - 14:30 WIB

Hatsumōde: Makna Kunjungan Kuil Pertama di Awal Tahun

29 December 2025 - 15:30 WIB

Trending on Culture