Mantan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengumumkan keputusannya untuk pensiun sebagai anggota parlemen. Keputusan ini diambil karena faktor usia serta keinginannya memberi ruang bagi generasi muda politisi Jepang, di tengah kemungkinan pemilu cepat yang akan digelar dalam waktu dekat.
Suga, yang kini berusia 77 tahun, menyampaikan bahwa ia tidak akan mencalonkan diri kembali dalam pemilihan umum mendatang. Pernyataan tersebut ia sampaikan langsung kepada para pendukungnya.
“Saat memasuki usia kiju (77 tahun), saya mulai berpikir serius untuk menyerahkan tongkat estafet kepada generasi berikutnya,” ujar Suga kepada wartawan di Yokohama, daerah pemilihannya dekat Tokyo.
Suga dikenal sebagai orang kepercayaan mendiang Perdana Menteri Shinzo Abe. Ia menjabat sebagai Sekretaris Kabinet—juru bicara pemerintah—selama 7 tahun 8 bulan, terlama dalam sejarah Jepang.
Suga kemudian menggantikan Abe sebagai perdana menteri pada 2020, setelah Abe mengundurkan diri karena masalah kesehatan di tengah pandemi COVID-19. Abe sendiri tercatat sebagai perdana menteri terlama dalam sejarah Jepang.
Perdana Menteri saat ini, Sanae Takaichi, diperkirakan akan membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives) pada akhir bulan ini untuk menggelar pemilu dadakan, yang kemungkinan berlangsung pada 8 Februari.
Suga berasal dari keluarga sederhana sebagai anak seorang petani stroberi. Meski bukan berasal dari elite politik, ia berhasil meniti karier politik sejak pertama kali terpilih menjadi anggota parlemen pada 1996.
Selama menjabat sebagai perdana menteri, Suga dikenal sebagai pemimpin yang mampu merealisasikan kebijakan, meski gaya kepemimpinannya terkadang menuai kritik karena dianggap terlalu tegas.
Sc : JT







