Meningkatnya Kasus Bunuh Diri di Kalangan Siswa Selama Pandemi, Sekolah di Jepang Berikan Penyuluhan

Sekolah-sekolah di Jepang kini terus berikan penyuluhan kepada para siswa terkait dengan tindakan bunu diri kalangan siswa yang meningkat di tengah pandemi corona.

Dalam acara tersebut beberapa siswa diajak berbincang, pengenalan kesehatan mental, penggunaan teknologi untuk membantu para siswa konsultasi sebelum melakukan tindakan bunuh diri.

Data tahun lalu menunjukan sebanyak 499 siswa meninggal di tengah pandemi yang diyakini karena siswa merasa kesepian karena penutupan sekolah akibat pandemi yang berlangsung selama berbulan-bulan.

Menurut data pemerintah untuk paruh pertama di tahun 2021 lebih tinggi ketimbang tahun lalu.

Program penyuluhan bagi para siswa ini menjelaskan bagaimana mengenali tanda-tanda jika mereka mengalami kondisi mental yang kritis.

Salah seorang Psikolog yang juga turut dalam program penyuluhan siswa ini bernama Erika Fujita menyarankan kepada para siswa agar memperhatikan perubahan kebiasaan seperti makan lebih banyak atau pun menghabiskan wakut dengan hewan peliharaan.

“Kamu dapat mempelajari kondisi mental dengan memperhatikan perubahan kesehatan fisik dan perilaku sendiri” ucap Fujita.

Ada pun pengakuan dari siswa yang bergabung dalam sesi menjelaskan pengalamannya bahwa ia telah menghubungi pihak berwenang ketika merasa kesehatan mentalnya memburuk.

Sejak banyaknya program penyuluhan, para siswa kini berafiliasi dengan Fakultas Pendidikan Universitas Wakayama untuk berkonsultasi mengenai kesehatan mental.

Selain itu, dukungan dari pemerintah seperti Dewan Pendidikan di Osaka telah meluncurkan sebuah aplikasi untuk memeriksa kesehatan mental para siswa. Aplikasi ini bisa didapatkan di smartphone semua siswa.

Aplikasi tersebut juga sebagai alat untuk memantau kesehatan mental para siswanya.

Source : KN