Mentri: Reaksi Alergi Yang Parah Terhadap Vaksin COVID-19 Muncul Lebih Tinggi Di Jepang Daripada AS & Inggris

Menteri Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Norihisa Tamura mengatakan pada konferensi pers setelah rapat Kabinet 9 Maret 2021 bahwa jumlah reaksi alergi parah yang terjadi setelah injeksi vaksin virus corona “tampaknya lebih tinggi (di Jepang) daripada di AS dan Inggris”

Menurut kementerian kesehatan, pekerja medis telah menerima sekitar 71.000 suntikan vaksin virus corona pada 8 Maret, dan 8 kasus anafilaksis atau respons alergi parah dilaporkan. Kemudian pada 9 Maret, ada 9 kasus lain yang dilaporkan. Semua orang yang mengalami gejala anafilaksis telah membaik, tetapi menurut otoritas pengatur di setiap negara, prevalensi anafilaksis di AS telah menjadi 5 kasus dalam setiap 1 juta vaksinasi, dan di Inggris 1 hingga 2 kasus dalam setiap 100.000 vaksinasi.

Tamura mengatakan kepada wartawan, “Kami harus meninjau informasi, termasuk apakah derajat gejalanya sama dengan kasus yang dilaporkan di AS dan Eropa.” Kelompok kerja Dewan Urusan Farmasi dan Sanitasi Makanan kementerian kesehatan akan menilai standar diagnostik dan margin keamanan di AS dan Eropa pada 12 Maret.

Sc: Mainichi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here