Meski Border Turis Dibuka, Agensi Wisata Luar Negeri Bingung dengan Kebijakan Pemerintah Jepang

Visitors wearing face masks walk under the screen showing promotion video for tourism in Japan, at Narita international airport in Narita, near Tokyo Friday, June 10, 2022. (AP Photo/Shuji Kajiyama)

Sejak Mei lalu, Pemerintah Jepang telah resmi kembali menerima kunjungan turis dari luar negeri dengan sejumlah aturan baru yang diterapkan.

Meski begitu, hal ini justru menjadi pemicu para agensi wisata menjadi kebingungan karena kurangnya komunikasi terkait dengan prosedur masuk dan pedoman pendatang.

Sejak 26 Mei lalu, Perdana Menteri Fumio Kishida telah mengumumkan bahwa Jepang akan kembali menerima turis asing namun kedatangannya akan dibatasi dengan memenuhi syarat yakni dengan memakai jasa agen wisata dari 98 negara yang dianggap memiliki risiko rendah infeksi virus.

Namun para agensi wisata dari luar negeri kebingungan setelah diketahui bahwa perjalanan tujuan wisata ke Jepang ini diperlukan visa sementara sebelum pandemi, berbagai negara seperti Amerika, Korea Selatan, Thailand, Malaysia dan lain sebagainya tak memerlukan visa untuk datang ke Jepang.

Saat ini, banyak agensi wisata yang tidak menyadari bahwa kedatangan dari luar negeri harus mengajukan visa terlebih dahulu dan memasukan rincian kunjungan tempat ke Kementerian Kesehatan Jepang.

Seperti agensi dari Korea Selatan yang kecewa karena prosedur tersebut dan menilai bahwa pelonggaran akses wisatawan dari luar negeri dari pemerintah Jepang sia-sia.

Selain itu, berdasarkan pedoman dari Kementerian Pariwisata Jepang dengan memberlakukannya setiap pendatang diwajibkan  mentaati pemakaian masker di Jepang dan harus mengikuti program asuransi apabila mereka terpapar covid.

Setiap agensi juga diwajibkan mencatat setiap aktivitas para peserta tur di setiap kunjungan wisata demi pencegahan dini terhadap ancaman covid dari peserta tur.

Source : JT