Olimpiade Tokyo, Jadikan Penyelenggaraan Olimpiade Termahal Sepanjang Sejarah

Penyelenggaraan Tokyo Olimpiade yang sudah di persiapkan sejak bertahun-tahun lalu memang menjadi salah satu momen yang paling ditunggu Jepang karena semua mata dari seluruh dunia akan tertuju ke sana.

Tak disangka, sejak 2019 kemunculan penyebaran virus corona yang telah menjadi pandemi menjadi cobaan terberat bagi Jepang karena harus menunda Olimpiade selama 1 tahun.

Tentu hal tersebut juga bukan hal mudah karena Jepang harus menggelontorkan dana tambahan untuk menunda penyelenggaraan Tokyo Olimpiade.

Menurut panitia, penyelenggaraan Tokyo Olimpiade ini telah menelan biaya sebesar US$28 Milyar atau setara dengan Rp 405 Trilyun dimana naik sebesar US$12,6 Milyar dan tambahan sebesar US$ 2,8 akibat adanya penundaan selama 1 tahun.

Penundaan selama 1 tahun membuat pengeluaran tambahan negosiasi ulang dengan banyak kontrak dan langkah untuk memerangi pandemi selama acara berlangsung.

Jepang dikabarkan harus bertanggung jawab atas biaya US$6,7 milyar dalam anggaran operasional yang didanai oleh swasta.

Dilansir dari Reuters, pendapatan Tokyo Olimpiade dari penjualan tiket harus gigit jari karena adanya pandemi sehingga adanya pembatasan penonton dan membuat sponsor menarik diri.

Mahalnya biaya penyelenggaraan ini membuat kaum anti olimpiade di Jepang semakin geram karena tidak seharusnya penyelenggaraan Olimpiade dilakukan di tengah pandemi. Bahkan tak sedikit juga orang yang menentang karena biaya Olimpiade seharusnya dialihkan untuk penanggulangan pandemi corona.

Dengan ini, pembiayaan Tokyo Olimpiade menjadi yang termahal sepanjang masa usai mengalahkan biaya penyelenggaraan Olimpiade di Sochi Rusia pada 2014 yang menelan biaya sebesar US$21,9 Milyar.

Source : AFP,asumsi