Para Ahli Memperkirakan Jepang Butuh 3 hingga 4x Lipat Tenaga Kerja Asing di Tahun 2040

pict by : mainichi 2019

Organisasi analisis ekonomi Think Tank yang berbasis di Tokyo mengungkapkan bahwa jika Jepang ingin mencapai target petumbuhan ekonomi di tahun 2040 setidaknya dibutuhkan sebanyak 3 hingga 4 kali tenaga kerja asing dari luar negeri.

Hal ini dipicu melihat ketergantungan Jepang terhadap tenaga kerja asing akibat data populasi yang menyusut membawa kekhawatiran produktivitas masyarakat Jepang di masa depan akan menurun dan kalah saing dengan negara lain.

Menurut para ahli, pandemi yang telah ditemukan di Jepang sejak tahun 2020 lalu membuat pukulan hebat baginya karena banyak kontrol pembatasan hingga menutup akses bagi siswa dan tenaga kerja asing.

Menurut para ahli, Jepang setidaknya membutuhkan sebanyak 6,74 juta pekerja asing yang bekerja di negara tersebut pada tahun 2040 agar tetap bisa mempertahankan pertumbuhan ekonominya.

Saat ini, pekerja asing di Jepang dari berbergai negara di dunia tercatat ada sebanyak 1,72 juta orang sehingga setidaknya perlu ada kenaikan hingga hampir 300% agar ekonomi  Jepang bertahan.

Penurunan angka kelahiran bukan masalah sepele bagi pemerintah Jepang. Hal ini tentu akan membuat angkatan kerja produktif setiap tahun akan menurun karena yang angkatan muda hanya tinggal menunggu waktu akan menjadi tua dan tidak produktif lagi.

Pemerintah pun tak tinggal diam. Sejak tahun 2019 pemerintah telah membuat visa keterampilan khusus di 14 bidang kerja dengan menyerap tenaga kerja di negara Asia seperti Vietnam, China termasuk Indonesia.

Negara seperti Kamboja dan Myanmar diprediksi akan menjadi salah satu penyumbang tenaga kerja ke Jepang dalam beberapa dekade ke depan.

Namun keluhan dari tenaga kerja migran yang mengatakan bahwa  sistem imigrasi Jepang yang ketat membuat kurang minatnya masuk tenaga kerja asing ke negara tersebut harus menjadi perhatian khusus bagi pemerintah.

Apalagi dengan adanya pembatasan corona saat ini telah menjadi kekhawatiran bagi tenaga kerja asing yang bertujuan ingin bekerja di Jepang.

Source : reuters, AN