Para Ahli Mengatakan Varian Corona Inggris Menjadi Dominan di Jepang

Sebuah lembaga penelitian Jepang memperkirakan bahwa varian virus corona Inggris akan menyumbang lebih dari 80% kasus di Tokyo dan sekitarnya pada awal Mei.

National Institute of Infectious Diseases membuat prediksi pada hari Selasa (13/04/2021) berdasarkan hasil tes varian virus corona.

Lembaga tersebut mengatakan varian Inggris yang disebut N501Y, yang pertama kali terdeteksi di Inggris, 1,32 kali lebih mudah menular dari virus asli dalam hal jumlah orang yang dapat terinfeksi oleh satu orang.

Dikatakan kasus varian Inggris telah meningkat di Tokyo dan tiga prefektur tetangganya sejak pertengahan Maret.

Dikatakan bahwa pangsa varian itu sekitar 10% pada awal April dan akan diprediksi mencapai 80% hingga 90% pada awal Mei.

Di Osaka dan dua prefektur terdekat, kasus varian Inggris mulai melonjak pada Februari dan diyakini menjadi mayoritas infeksi pada akhir Maret. Lembaga tersebut memperkirakan rasio varian kini telah meningkat menjadi 80% dari perkiraan sekitar 75% pada awal bulan ini. Rasio tersebut diperkirakan akan mencapai hampir 100% pada akhir bulan depan.

Di Inggris, kasus varian telah melonjak sejak Oktober lalu. Pada Februari dan Maret, semua kasus di negara itu diyakini disebabkan oleh varian Inggris.

Kepala institut tersebut, Suzuki Motoi, mengatakan dengan kecepatan saat ini, varian Inggris diperkirakan akan bertanggung jawab atas sebagian besar kasus di Jepang pada paruh pertama Mei.

Dia menambahkan bahwa prediksi dapat direvisi karena tidak memperhitungkan perubahan akibat tindakan anti-infeksi, termasuk kemungkinan pengurangan pergerakan warga.

Sc: NHK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here