Perusahaan penyedia aplikasi pembayaran populer berbasis kode QR PayPay mengumumkan pada Selasa (16/9) bahwa layanannya akan dapat digunakan di lebih dari 2 juta toko di Korea Selatan mulai akhir September. Ini menjadi langkah ekspansi bisnis luar negeri pertama bagi perusahaan yang berada di bawah naungan SoftBank Group Corp.
PayPay memilih Korea Selatan sebagai pasar perdana karena negara tetangga ini merupakan destinasi luar negeri terpopuler bagi wisatawan Jepang sekaligus memiliki tingkat adopsi pembayaran nontunai yang tinggi, sehingga lebih mudah untuk menggandeng para pedagang lokal.
“Kami berharap dapat memperluas penggunaan PayPay di luar negeri ke destinasi favorit wisatawan Jepang lainnya, seperti Taiwan, Hawaii, dan China,” ujar Masayoshi Yanase, kepala divisi strategi bisnis keuangan PayPay. Saat ini, aplikasi ini telah memiliki lebih dari 70 juta pengguna.
Setibanya di Korea Selatan, pengguna PayPay dapat membayar di toko-toko yang sudah menerima sistem Zero Pay (milik Korea Selatan) atau Alipay Plus (milik China). Tampilan saldo dan poin belanja PayPay di layar ponsel akan otomatis beralih ke mode lokal dengan nominal ditampilkan dalam won Korea. Pengguna juga bisa mengirim dan menerima uang dalam won saat berada di Korea.
PayPay memutuskan untuk memperluas layanan ke luar negeri setelah melihat sebagian besar wisatawan asing yang datang ke Jepang sudah terbiasa menggunakan pembayaran nontunai.
Saat ini, pengguna dari 26 layanan pembayaran nontunai di 14 negara dan wilayah bisa bertransaksi di toko-toko Jepang yang menerima PayPay, termasuk Alipay dan WeChatPay dari China. Perusahaan memperkirakan sekitar 78 persen dari 36,87 juta wisatawan asing yang berkunjung ke Jepang pada 2024 menggunakan pembayaran berbasis QR di toko-toko yang mendukung PayPay.
Sc ; KN







