Pemasaran Sponsor di J-League Mengalami Perubahan Strategi Karena Virus Corona

(Photo courtesy of Ventforet Kofu)(Kyodo)

Karena jumlah penonton di stadion yang harus dibatasi sesuai dengan kebijakan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona baru, perusahaan yang mensponsori tim J-League mengubah strategi pemasaran mereka untuk menarik minat sebanyak mungkin penggemar sepak bola.

Perusahaan mempromosikan kolaborasi baru dengan tim lokal untuk menyebarkan citra perusahaan mereka, karena mereka sekarang memiliki lebih sedikit kesempatan untuk dapat menarik perhatian dengan iklan mereka dan tidak dapat mendirikan stan di stadion untuk menjual produk dan layanan langsung kepada penonton.

Bermain di depan stadion kosong pada bulan Juli, Cerezo Osaka, tim J1, menggunakan kekuatannya untuk membantu meningkatkan Demae-Can Co., (penyedia layanan pengiriman makanan), Dengan cara fans akan mendapatkan diskon 500 yen jika mereka memesan dari perusahaan sambil menonton pertandingan dari rumah.

Kemudian Nagoya Grampus bekerja sama dengan Toyota Motor Corp., salah satu sponsornya, dan perusahaan grup Toyota dalam mengadakan acara drive-in pada bulan Juli untuk para fans menonton salah satu pertandingannya.

Diadakan di halaman kantor pusat pembuat mobil di Toyota, Prefektur Aichi, acara tersebut menarik fans di 200 mobil yang memberi dukungan untuk para pemain sambil tetap berada di dalam mobil.

“Kami telah berbagi pemahaman bahwa era hanya menjual baliho sponsor telah berakhir,” kata Yuki Ouchida, staf bagian penjualan Nagoya Grampus Eight Inc.

“Virus Corona telah menjadi peluang bagi (upaya kerja sama semacam itu) untuk meningkat di dunia olahraga,” kata Yuji Kawakami, seorang profesor dan pakar sponsor olahraga Universitas Teikyo.

Source: Kyodo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here