Pemerintah Jepang Akan Prioritaskan Pemberian Vaksin Pada Siswa yang Akan Studi Internasional

TOKYO, JAPAN - MARCH 05: A medical worker receives a dose of COVID-19 vaccine at the Tokyo Metropolitan Cancer and Infectious Diseases Center Komagome Hospital on March 05, 2021 in Tokyo, Japan. Japanese government will extend the COVID-19 state of emergency, which was intended initially until March 7, for two weeks for the Tokyo metropolitan area. (Photo by Yoshikazu Tsuno - Pool/Getty Images)

Pemerintah Jepang akan segera memprioritaskan pemberian vaksin bagi para siswa yang akan belajar di luar negeri menjelang tahun ajaran baru September mendatang.

Langkah ini dilakukan usai adanya konfirmasi dari berbagai negara yang akan membuka akses masuk untuk siswa internasional seperti Amerika yang memperbolehkan kedatangan siswa internasional dengan persyaratan harus telah menerima vaksin dari negara asalnya.

Nantinya, bagi para siswa yang telah menerima vaksin akan mendapat semacam sertifikat yang menandakan bahwa siswa tersebut telah berhasil menerima vaksinasi dan diserahkan kepada universitas yang dituju.

Menurut data kementerian edukasi, saat ini siswa Jepang yang sedang berkuliah di luar negeri ada sebanyak 58.720 siswa dimana Amerika dengan total siswa terbanyak mencapai 18.105 di tahun 2018 diikuti dengan China sebanyak 14.230 dan Taiwan sebanyak 9.196 siswa.

Saat ini, pemerintah tengah gencar memberikan vaksin kepada para lansia berusia diatas 65 tahun dan diperkirakan seluruh warga lansia di Jepang akan selesai divaksin hingga akhir Juli mendatang.

Pemerintah yang terus menghadapi kritikan karena dinilai lambat dalam program pemberian vaksinasi terus menggencarkan vaksinasi.

Beberapa faktor yang membuat terhambatnya pemberian vaksin di Jepang yakni lamanya persetujuan hingga kekurangan tenaga profesional di bidang medis untuk pemberian vaksin.

Source : JT