Pemerintah Jepang Janji “Fleksibel” Terhadap Keputusan Pembatasan Masuk Warga Asing Akhir Februari Nanti

Japan's Prime Minister Fumio Kishida delivers a policy speech at the Extraordinary Diet session in Tokyo on December 6, 2021. (Photo by Kazuhiro NOGI / AFP)

Pemerintah Jepang akan segera mengumumkan terkait apakah pembatasan masuk bagi warga asing terkhusus “New Entry” pada bulan ini akan dilanjutkan atau tidak usai melihat kondisi meledaknya kasus varian omicron di negara tersebut.

Menurut anggota perlemen, pembahasan tentang langkah pelonggaran kedatangan dari luar negeri akan dibahas secara “fleksibel” dengan pemerintah usai menuai berbagai kritik kurang relevan aturan tersebut setelah data menunjukan melonjaknya kasus omicron di negara tersebut.

“Kami mengambil beberapa tindakan pembatasan yang paling ketat diantara negara maju G7 lainnya ketika banyak hal tentang omicron tersebut belum diketahui secara pasti. Namun kontrol pembatasan itu sendiri menjadi lebih tidak relevan sehingga kita harus memikirkannya kembali” ucap salah satu anggota parlemen Jepang.

Data melonjaknya kasus varian omicron di negara tersebut menjadikan salah satu indikasi kuat bahwa Jepang bisa saja membatalkan beberapa pembatasan akses masuk dari luar negeri.

Beredarnya kabar ini juga membuat beberapa saham perusahaan yang diperdagangkan di Tokyo Stock Exchange seperti Japan Airlines Co dan West Japan Railway menguat.

Sejak PM Fumio Kishida memberlakukan pembatasan masuk pada 30 November 2021 lalu disambut baik oleh para pemilihnya dan tetap dipertahankan hingga akhir bulan ini.

Namun, penerapan kebijakan ini membuat para pengusaha  mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan kembali karena dianggap tidak realistis setelah data kasus omicron terbukti melonjak.

Source : JT