Pemerintah Jepang Kembali Pertimbangkan Kelanjutan Kampanye Subsidi Travel, Tanda Border Turis Akan Dibuka?

Young sisters in yukata using smart phone at traditional Japanese festival

Kementerian Pariwisata Jepang kini tengah mempertimbangkan apakah akan kembali melanjutkan program subsidi pariwisata Go To Travel demi membangkitkan kembali sektor pariwisata.

“Kami tengah mempertimbangkan situasi terkait dengan infeksi virus corona dan mempertimbangkan kapan program tersebut akan dilanjutkan. Ini adalah program penting untuk pemulihan lokasi wisata dan ekonomi lokal” ucap Tetsuo Saito Menteri Pariwisata yang baru menjabat di bawah PM Fumio Kishida.

Menurut Menteri Tetsuo, pertimbangan kelanjutan program Go to Travel telah diteruskan pada Perdana Menteri Fumio Kishida.

Sementara itu, program Go To Travel akan diprioritaskan pada sektor pariwisata domestik mengingat kunjungan dari luar negeri sangat terbatas akibat adanya pandemi corona.

Namun tak menutup kemungkinan apabila situasi membaik dan memungkinkan program ini perlahan bisa di buka untuk wisatawan dari luar negeri.  

Saat ini sendiri kasus corona di Jepang telah mengalami penurunan kasus infeksi harian secara signifikan. Kasus rata-rata dari seluruh prefektur dalam beberapa hari terakhir tidak mencatatkan angka lebih dari 5000 kasus. Bahkan pada 4 Oktober lalu tercatat hanya bertambah 606 kasus dari seluruh prefektur.

Menteri Tetsuo telah mengungkapkan bahwa pemerintah bertujuan untuk menarik 60 juta pengunjung ke Jepang hingga pada tahun 2030.

Sejak Juli tahun lalu, pemerintah telah meluncurkan program Go To Travel dimana memungkinkan bagi wisatawan domestik mendapat potongan biaya wisata dengan voucher atau pun potongan langsung demi membangkitkan kembali ekonomi pariwisata. Sayangnya program ini sempat dihentikan karena pemerintah Jepang yang memberlakukan kembali status darurat karena kasus corona yang melonjak.

Source : JT