Pemerintah Jepang Minta Maaf Terkait WN Sri Lanka yang Meninggal di Penahanan Imigrasi

@ƒEƒBƒVƒ…ƒ}EƒTƒ“ƒ_ƒ}ƒŠ‚³‚ñ‚̈â‰e‚ðŽè‚É–¼ŒÃ‰®o“ü‘Ý—¯ŠÇ—‹Ç‚ÉŒü‚©‚¤ˆâ‘°‚灁‚P‚V“úŒß‘OA–¼ŒÃ‰®Žs

Pemerintah Jepang secara resmi meminta maaf terkait dengan salah seorang warga bernama Wishma Sandamali asal Sri Lanka yang meninggal di detensi imigrasi.

Menurut laporan, wanita tersebut tidak mendapat perawatan kesehatan yang memadai ketika kondisinya terus memburuk.

Sandhamali ditahan pihak imigrasi Jepang karena telah melewati batas visanya dan wanita tersebut memang mencari perlindungan aparat demi menghindari pasangannya berlaku kasar padanya.

Pernyataan maaf langsung diungkapkan oleh Menteri Kehakiman Yoko Kamikawa dan berjanji akan mereformasi layanan imigrasi khususnya kesehatan di negara tersebut.

“Saya tidak bisa membayangkan duka yang sangat mendalam betap cemas, putus asa yang ia rasakan saat kesehatannya memburuk” ucap Menteri Kamikawa.

Menteri Kehakiman juga telah menegur pimpinan kantor imigrasi dan staf yang mengawasi para tahanan.

Sejak pertengahan Januari, Sandhamali mengeluh perutnya yang sakit dan alami beberapa gejala lain. Ia juga sempat meminta pembebasan sementara untuk jalani perawatan medis namun tak diizinkan.

Tenaga medis yang tidak tersedia membuat Sandhamali meninggal 6 Maret lalu..

Hal ini juga menjadi perhatian pemerintah Jepang untuk segera memperbaiki sistem di fasilitas imigrasi jika tahanan membutuhkan perawatan medis adalah hal yang harus diperhatikan demi kemanusiaan.

Source : asia nikkei, kompas