Pemerintah Jepang Sedang Merevisi Pedoman Dasar Anti-Virus Corona

Pemerintah Jepang telah merevisi pedoman dasar anti-virus corona menjelang pencabutan keadaan darurat di 6 prefektur pada hari Minggu (28/02/2021).

Pedoman baru yang direvisi pada hari Jumat menunjukkan bahwa varian virus corona yang ditemukan di Afrika Selatan dan Brasil menjadi perhatian karena diyakini lebih menular daripada jenis virus corona asli.

Pedoman tersebut juga mengungkapkan keprihatinan tentang virus yang memiliki mutasi E484K yang ditemukan di beberapa negara, termasuk Jepang. Pemerintah mengatakan bahwa virus dapat merusak kekebalan dan kemanjuran vaksin.

Pedoman tersebut memperingatkan bahwa infeksi cluster dari varian telah dilaporkan di Jepang, dan beberapa di antaranya tidak memiliki hubungan yang jelas dengan negara asing.

Pemerintah mengatakan akan memperkuat skrining untuk varian virus corona dan menerapkan analisis genom pada sampel domestik. Ini juga akan meningkatkan survei epidemiologi dan melakukan pengujian yang lebih luas pada orang yang dicurigai terinfeksi.

Pedoman baru meminta pihak berwenang di 6 prefektur untuk mengurangi pembatasan jam operasional bar dan restoran secara bertahap, tergantung pada situasi infeksi.

Pejabat di setiap prefektur diminta untuk meminta bisnis individu untuk mematuhi pedoman kelompok perdagangan untuk mencegah infeksi.

Sc: NHK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here