Pemerintah Prefektur Yamanashi tengah mempertimbangkan untuk mengenakan biaya kepada individu yang diselamatkan menggunakan helikopter, menyusul serangkaian insiden darurat di luar musim pendakian di gunung Fuji. Hal ini diungkapkan oleh seorang sumber dari pemerintah prefektur pada hari Rabu (15 Mei 2025).
Langkah ini muncul seiring meningkatnya desakan agar pemerintah prefektur mengambil tindakan terhadap kecelakaan yang disebabkan oleh pendakian ceroboh. Bulan lalu, seorang mahasiswa asal Tiongkok berusia 27 tahun menjadi sorotan setelah diselamatkan dua kali dalam satu minggu. Ia kembali mendaki Gunung Fuji meski sebelumnya sudah diselamatkan karena sakit saat percobaan pertama.
Pemerintah prefektur berencana mengkaji kemungkinan menerapkan kebijakan ini, termasuk mempertimbangkan apakah biaya hanya akan dikenakan selama musim pendakian non-resmi (off-season) dan apakah kebijakan ini juga akan diberlakukan untuk gunung-gunung lain selain Gunung Fuji.
Sementara itu, Yasutomo Suzuki, Gubernur Prefektur Shizuoka yang bertetangga, telah menyerukan agar pemerintah pusat ikut mempertimbangkan mekanisme pembiayaan untuk operasi penyelamatan, guna meringankan beban daerah.
Sc : KN







