Pengadilan Osaka Tolak Gugatan Ganti Rugi 3 Pasangan Sesama Jenis Karena Tidak Sesuai Undang-undang

Å@ìØê´ç•ÇèÑÇÈëiè◊ÇÃîªåàÇ≈ÅAëÂç„ínçŸÇ…å¸Ç©Ç§å¥çêÇÁÅÅÇQÇOì˙åflå„

Pengadilan Osaka Jepang telah menolak gugatan ganti rugi atas tuntutan yang diajukan oleh 3 pasangan sesama jenis yang menuntut pemerintah sebesar 1 juta yen per orang, atas alasan bahwa sistem saat ini yang mencegah mereka melakukan pernikahan sesama jenis adalah deskriminasi yang tak adil.

Putusan pengadilan ini juga menjadikan sebuah pukulan bagi kaum minoritas seksual di sana sementara banyak pemerintah prefektural yang mengeluarkan sertifikasi yang mengakui pasangan minoritas seksual namun tidak mengikat secara hukum.

Salah satu penggugat bernama Machi Sakata (43) mengatakan bahwa ini sangat mengecewakan dan mereka memutuskan untuk mengajukan banding.

Gugatan ketiga pasangan tersebut berdasarkan penafsiran aturan pernikahan di Jepang yang menyebut bahwa “Perkawinan hanya didasarkan pada persetujuan dua pasangan dan harus dipertahankan melalui kerjasama dan persamaan hak suami & istri sebagai dasar.”

Namun menurut putusan pengadilan tersebut menyebutkan bahwa undang-undang yang diterapkan adalah untuk pasangan heteroseksual dan tidak disebutkan untuk pasangan sesama jenis, sehingga melarang pernikahan sesama jenis tidak dianggap deskriminatif.

Dalam aturan saat ini yang berlaku di Jepang, hak-hak istimewa dalam pernikahan seperti hak waris, tunjangan pajak, hak asuh dan lain sebagainya hanya diberikan kepada pasangan heteroseksual.

Meski begitu, sistem aturan saat ini bisa saja berubah di masa depan bergantung pada keadaan sosial hingga membuat sistem aturan baru namun pengajuan gugatan saat ini ditolak karena aturan tersebut tidak ada.

Source : KN, JT